About

Subscribe

Thursday, April 16, 2020

5 HAL YANG PERLU DIKETAHUI MAHASISWA AGAR SUKSES MEMBUAT SKRIPSI

5 HAL YANG PERLU DIKETAHUI MAHASISWA AGAR SUKSES MEMBUAT SKRIPSI



Setelah menjalani kuliah selama 3.5 s/d 4 tahun, mengerjakan skripsi adalah saat seorang mahasiswa bekerja secara mandiri. Sudah tidak ada lagi kelas, tidak ada lagi ketentuan absen. Mengerjakan atau tidak, sepenuhnya di tangan mahasiswa. Mau lulus semester ini atau semester depan, akan ditentukan dengan seberapa tekun mahasiswa mengerjakan skripsinya. Wow. Betapa besar tanggung jawab seorang mahasiswa skripsi! Untuk membantu sang mahasiswa skripsi dalam mengerjakan skripsi tepat waktu, berikut ini ada 5 hal yang perlu diketahui (dan dilakukan!) oleh mahasiswa skripsi. 
5 hal ini mungkin tidak dipelajari di kelas sewaktu kuliah lho… Yuk kita simak!


1. Tentukan target yang SMART

Bukan hal baru bahwa seseorang dengan target akan lebih terdorong mencapai tujuannya. Kalau tidak percaya, baca saja riset-riset tentang tentang goal settting dan goal orientation yang dilakukan oleh Zimmerman, Bandura, Martinez-Pons (1992)Suprayogi dan Valcke (2014). Oleh karena itulah, kalau kamu ingin punya dorongan mencapai tujuanmu, ada baiknya menentukan target terkait skripsi. Buat target kamu dengan spesifik (S), terukur (M: measurable), dapat tercapai (A: attainable), realistik (R) dan memiliki batas waktu (T: time-bound). Contoh target spesifik dan memiliki batas waktu: lulus dalam waktu 6 bulan sejak mulai mengerjakan skripsi, dengan IPK 3.5, dan nilai skripsi A. Target ini juga terukur, ada nilai IPK dan skripsi tertentu yang ingin dicapai. Nah, target ini menjadi realistik kalau: IPKmu sekarang sudah mencapai 3.41 atau 3.48. FYIkenaikan IPK jika nilai skripsi A, akan menambah sekitar 0,1 ke IPK. WOW! Sedikit ya? Kalau nilai skripsi B, bisa jadi IPK tidak bertambah. Kalau C? Malah IPK kamu bisa turun sekitar 0.01!. [Bagi adik-adik mahasiswa semester 1: perjuangkan IPK sejak dini.]

Kalau IPK sekarang masih 3, tentu tidak realistik ingin lulus dalam waktu 6 bulan dan ingin IPK 3.5 [Untuk adik-adik semester 1, kalian bisa juga buat target semacam ini sejak dini, lho!]. Kalau kalian masih semester 5 dan ingin punya target di atas, hal ini juga tidak mungkin tercapai, karena saat ini peraturan di Univ (Kampus) mengharuskan mahasiswa mengikuti perkuliahan dan magang sampai semester 7, baru bisa mengambil skripsi di semester 8. Sudah jelas kan, tentang maksud dari target yang SMART ini?

2. Buat Timeline


Setelah memiliki target yang SMART, sekarang waktunya kamu memecahkan target besar tersebut menjadi target yang lebih kecil. Setelah itu, kamu bisa membuat timeline, rencana mengerjakan agar bisa mencapai target tersebut. Kamu bisa menghitung mundur dari tanggal pengumpulan skripsi, hingga tanggal hari ini. Contoh:

Tanggal/Bulan
Target
Keterangan
10 Juli 2020
Mengumpulkan berkas skripsi ke LIM (Layanan Informasi Mahasiswa) a.k.a SSC (Student Service Center).
Sesuaikan format dengan buku panduan skripsi dan kalender registrasi.
8 Juli 2020
Print dan dapat tandatangan persetujuan dosen pembimbing.
7 Juli 2020
Dapat tandatangan surat survey dari Kajur.
5 Juli 2020
Bimbingan Bab 5
1 Juli 2020
Selesai menulis Bab 5
20 Juni 2020
Selesai revisi Bab 4
10 Juni 2020
Bimbingan Bab 4

7 Juni 2018
Selesai menulis Bab 4
1 Juni 2020
Selesai mengolah data
30 Mei 2020
Selesai mengumpulkan data sebanyak 300 responden

7 Mei 2020
Selesai buat kuesioner.
Mulai pengumpulan data
30 April 2020
Selesai revisi feedback Bab 1-3 dari prasidang
18 – 25 April 2020
Prasidang skripsi
Penting: siapkan PPT dan dresscode!
1 April 2020
Kumpul berkas prasidang [Bab 1-3 dan blue print alat ukur]
Penting: minta tanda tangan persetujuan pembimbing.
30 Maret 2020
Selesai revisi Bab 3
22 Maret 2020
Bimbingan Bab 3
15 Maret 2020
Kumpul Bab 3 ke dosen pembimbing
7 Maret 2018
Selesai revisi Bab 2
1 Maret 2018
Bimbingan Bab 2
22 Februari 2018
Kumpul Bab 2 ke dosen pembimbing
15 Februari 2018
Selesai revisi Bab 1
7 Februari 2018
Bimbingan Bab 1
Pada pertemuan bimbingan pertama, jangan lupa bawa form Penunjukkan Dosen Pembimbing Skripsi untuk ditandatangani oleh pembimbing skripsi.
Form ini bisa diminta di jurusan Psikologi (dengan Bu Lisa).
5 Februari 2018
Kumpul draft proposal Bab 1-3 ke dosen pembimbing
Kalau kamu sudah bimbingan sebelum mengumpulkan draft proposal, biasanya fase ini sudah dilakukan sebelum mendapatkan dosen pembimbing skripsi.


Tanggal-tanggal di atas hanya sekedar ilustrasi. Untuk ketepatan dengan jadwal asli, silakan cek Buku Panduan Skripsi atau PPT Briefing skripsi

Pesan: jadilah mahasiswa mandiri, hindari sedikit-sedikit bertanya tentang format skripsi ke dosen pembimbing/jurusanPercayalah, mereka (setidaknya saya) akan meminta kalian untuk membaca buku panduan skripsi terlebih dahulu kalau kalian menanyakan pertanyaan teknis.

Dalam membuat jadwal, perlu mengingat bahwa dosen pembimbing skripsi adalah manusia biasa (bukan Superman atau Wonder Woman). Mereka butuh waktu untuk membaca tulisan mahasiswa. Apalagi kalau sang dosen membimbing 6-8 mahasiswa dalam 1 semester. Berarti ada 6-8 berkas yang harus dibaca dan review sebelum bimbingan. Jadi, berikan waktu setidaknya 1 minggu antara pengumpulan berkas dengan bimbingan.  Setelah bimbingan, biasanya kamu akan mendapatkan saran untuk revisi. Nah, usahakan mengerjakan revisi segera setelah bimbingan. Biasakan diri menyelesaikan revisi maksimal 1 minggu setelah bimbingan. Jadwal di atas disusun dengan pertimbangan yang ideal, hanya 1 kali revisi untuk setiap Bab, langsung disetujui pembimbing. Nah, pada kenyataannya, tiap pembimbing punya standar dan gaya kerja yang berbeda-beda. Pastikan kamu membahas timeline yang kamu rancang dan menyesuaikan dengan gaya kerja, dan jadwal dosen pembimbing.


3. Pilih Topik yang Disukai

Nah, gimana, sudah terbayangkah padatnya jadwal mengerjakan skripsi? Supaya kamu tetap semangat dan tidak bosan dalam pengerjaan skripsi, sangat disarankan untuk memilih topik yang kamu sukai. Kalau masih bingung topik apa saja yang bisa dijadikan skripsi, bisa saja mulai dari mengintip topik-topik penelitian dosen. Siapa tahu ada topik yang membuat kamu terinspirasi, sekaligus kamu jadi tahu kira-kira siapa dosen yang cocok membimbing di topik tersebut.
4. Manfaatkan Teknologi

Dengan kemajuan teknologi, ada beberapa aplikasi yang bisa membantu mempermudah hidupmu dalam melakukan kedua hal tersebut. Aplikasi tersebut adalah reference manager, atau aplikasi yang bertujuan mengatur pengelompokan jurnal yang kamu kumpulkan dan baca. Juga berfungsi membuat kutipan secara otomatis. Yap, kamu bisa menghemat banyak waktu menuliskan kutipan kalau tahu cara menggunakan aplikasi reference manager! Ada beberapa aplikasi reference manager yang tersedia, seperti EndNoteZotero , Refworks dan Mendeley

Pesan: Kalau kalian butuh bimbingan  jangan ragu menghubungi saya.

Penggunaan teknologi lainnya ialah dalam penelusuran jurnal. Pastikan kamu mengetahui portal-portal tempat peneliti biasa mempublikasikan hasil penelitian mereka. Beberapa portal bahkan menyediakan artikel jurnal gratis. Contoh-contoh portal pencarian jurnal yang bisa kamu coba: google scholarresearch gate,  academia  Khusus jurnal Indonesia bisa dicari di: portal garuda. Berhubung portal tersebut gratis dan berisi berbagai macam tulisan, maka tidak semua artikel jurnal yang dapat diunduh merupakan artikel yang berkualitas. Perhatikan jurnal yang menerbitkan artikel tersebut dan lihat juga impact factor dari jurnal tersebut. Tentu kalian ingin menulis skripsi yang berkualitas, bukan? Maka perlu sekali mengutip sumber yang berkualitas pula.

5 Jalin Komunikasi dengan Dosen Pembimbing

Setelah canggih membuat target, bisa membuat timeline, sudah memilih topik yang disukai, dan canggih menggunakan teknologi, saatnya memulai proses bimbingan dengan dosen pembimbing. Sekali lagi, dosen juga manusia. Layaknya manusia, dosen memiliki ciri kepribadian, gaya komunikasi dan kesibukan yang berbeda-beda. Jadi, gaya komunikasi dengan dosen pembimbing bisa kamu sesuaikan dengan dosen yang bersangkutan. Coba amati: Apakah sang dosen pembimbing lebih suka dihubungi via pesan teks atau telepon? Kalau dosen tersebut prefer pesan teks, kira-kira apa aplikasi yang lebih disukai? Apakah sang dosen bersedia dibuatkan grup whatsapp/LINE untuk mahasiswa bimbingannya? Hari apa saja ia memiliki jadwal mengajar di KAMPUS? 

Meskipun tiap dosen berbeda-beda, akan tetapi pada dasarnya dosen menyukai dan menghargai mahasiswa yang sopan santun dalam berkomunikasi. Bagaimana caranya supaya santun? Coba simak “Pedoman Sopan Santun dalam Berkomunikasi" coba bicarakan juga mengenai target dan timeline yang sudah kamu buat. Agar sang dosen juga bisa memberikan saran sesuai ketersediaan jadwalnya. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, biasanya dosen pembimbing akan menetapkan satu hari per Minggu yang dijadikan sebagai hari/jam bimbingan. Ada baiknya kalau kamu tahu sejak awal mengenai hal ini, jadi bisa mengosongkan jadwal untuk bimbingan di hari tersebut. Akan tetapi, ada saja dosen yang memiliki banyak kegiatan, sehingga jadwal bimbingan akan disesuaikan dengan waktu beliau. Dalam kasus seperti ini, pastikan kamu sudah membina komunikasi yang baik sehingga tidak sungkan menanyakan kesediaan waktu beliau.

=======================================================================
Demikian 5 hal yang perlu diketahui mahasiswa yang siap membuat skripsi: tentukan target yang SMART, buat timeline, pilih topik yang disukai, manfaatkan teknologi dan jaga komunikasi dengan pembimbing.

Buat kalian yang baru mulai mengerjakan skripsi, semoga top tips ini membantu ya! Sesungguhnya tips di atas hanya akan membantu dan membuahkan hasil kalau dilakukan dengan konsisten. Bagaimana, sudah siap mulai mengerjakan skripsi? Kalau pembaca (dosen, alumni, mahasiswa skripsi) punya tips lain yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh mahasiswa, yuk mari berbagi di kolom komentar. Semangat!


Saturday, April 11, 2020

Cara Menulis Kutipan yang Benar

Cara Menulis Kutipan yang Benar

Cara Menulis Kutipan yang Benar


Dalam membuat sebuah karya tulis, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah cara menulis kutipan.
Jangan sampai keliru antara penulisan kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
Kenapa penulisan kutipan itu penting?
Tentunya untuk memperkuat argumen yang ada di dalam karya tulismu.
Di sini, kamu akan belajar tentang penulisan kutipan yang baik dan benar agar karya tulismu semakin kredibel.
Apa saja yang akan dipelajari?
Yang akan kamu pelajari antara lain adalah:
Yang akan kamu pelajari antara lain adalah:
·         Pengertian Kutipan
·         Prinsip Mengutip
·         Kutipan Langsung
·         Kutipan Tidak Langsung
·         Cara Mengutip Kutipan yang Dikutip, dan
·         Cara Mengutip dari Internet
Langsung saja, simak penjelasannya berikut ini!
Pengertian Kutipan
Kutipan merupakan pinjaman pendapat atau kalimat yang diambil dari seseorang, baik berupa tulisan atau lisan yang bertujuan untuk memperkokoh argumentasi di sebuah karya tulis.
Selain digunakan untuk memperkuat argumen, kutipan juga bisa dijadikan sebagai landasan teori, penjelasan suatu uraian, atau sebagai bukti untuk menunjang sebuah pendapat.
Dalam mengutip, seorang penulis tidak boleh asal-asalan dalam menuliskannya.
Terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah kutipan.
Apa saja hal tersebut?
Hal yang harus diperhatikan dalam Mengutip
·       Penulis harus mempertimbangkan bahwa kutipan tersebut diperlukan
·  Penulis harus bertanggung jawab secara penuh terhadap ketepatan kutipan
·  Penulis harus mempertimbangkan jenis kutipan, entah itu kutipan langsung atau kutipan tidak langsung
·         Jangan terlalu banyak menggunakan kutipan langsung
Nah, berkaitan dengan jenis kutipan, terdapat 2 jenis yang umumnya digunakan yaitu kutipan langsung dan tidak langsung.
Apa perbedaannya?
Simak penjelasannya berikut ini!
Jenis Kutipan
Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan kutipan yang diambil secara identik atau sama persis dari sumber aslinya.
Kutipan langsung dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis.
2 di antaranya adalah kutipan langsung yang kurang dari 4 baris dan kutipan langsung yang lebih dari 4 baris.
Cara Menulis Kutipan Langsung < 4 Baris
·         Kalimat kutipan harus diintegrasikan dengan teks
·         Jarak antar baris kutipan adalah 2 spasi
·         Kutipan diapit dengan tanda kutip/petik dua (“…”)
·         Setelah kutipan, tulis sumber yang berupa nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman di dalam tanda kurung
Contoh:
“Dalam membuat sebuah karya ilmiah jenis penelitian, eksplorasi pustaka merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk mendapatkan kebenaran data yang ingin diteliti” (Agung Hermanto, 2009: 15-16).
atau bisa juga dengan menaruh sumber kutipan di depan seperti berikut ini:
Siswanto (1990:20) menegaskan, “keputusan ilmiah merupakan sebuah kemungkinan atau probabilitas, sehingga bukan suatu kebenaran yang mutlak”.
Cara Menulis Kutipan Langsung > 4 Baris
·         Penulisan kutipan dipisahkan dengan jarak 3 spasi dari teks
·         Jarak antar baris kutipan adalah 1 spasi
·         Kutipan boleh diapit dengan tanda kutip/petik dua (“…”) atau tidak
·         Setelah kutipan, diberi keterangan sumber
Contoh:
contoh kutipan lebih 4 baris


Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang mengambil inti sarinya saja, tanpa mengurangi makna sebenarnya.
Kamu dapat menulis kutipan jenis ini dengan cara meringkas/menyimpulkan suatu pendapat atau menulis inti sarinya dengan gaya bahasamu sendiri.
Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung
·         Kutipan diintegrasikan dengan teks
·         Jarak antar baris kutipan adalah spasi ganda
·         Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip/petik dua (“…”)
·         Setelah kutipan, ditulis sumber kutipan
Contoh:
Kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat (Michelle Doe, 2016: 27).
atau bisa juga dengan menyebutkan sumber di depan kutipan seperti berikut ini:
Michelle Doe (2016: 27) berpendapat bahwa kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat.
Nah, itu tadi merupakan 2 jenis kutipan yang paling sering digunakan dalam membuat karya tulis.
Namun, selain kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, ada beberapa jenis kutipan lain yang juga banyak digunakan.
Jenis kutipan tersebut merupakan kutipan dalam kutipan dan kutipan dari internet.
Bagaimana cara menggunakannya?
Cara Mengutip Kutipan yang Dikutip Orang Lain
Terkadang, seorang penulis ingin mengutip sebuah kutipan yang sebelumnya telah dikutip oleh seseorang.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyertakan nama pengarang aslinya kemudian diikuti dengan kata “dalam”.
Contoh:
Hendry (dalam Budianto, 2005: 17) menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses untuk melakukan perencanaan dan pengontrolan sumber daya agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Pada contoh di atas, Hendry merupakan pengarang kutipan asli yang pendapatnya dikutip oleh Budianto.
Cara Mengutip dari Internet
Jika kamu ingin mengutip sebuah pendapat yang bersumber dari internet, cara yang dilakukan tidak berbeda dengan mengutip dari buku ataupun jurnal.
Cukup tuliskan sumber yang berupa nama pengarang diikuti dengan tahun terbit artikel.
Bagaimana dengan judul artikel dan alamat websitenya?
Untuk judul artikel, alamat/URL, dan waktu akses bisa kamu cantumkan di dalam daftar pustaka saja.
Contoh:
Misal, kamu ingin mengutip sebuah artikel yang membahas tentang jumlah pengguna internet di Indonesia dari situs Kompas.
Maka, kamu bisa mengutip dengan cara seperti berikut:
Berdasarkan wilayah geografisnya, masyarakat Indonesia yang paling banyak menggunakan internet adalah yang berlokasi di Jawa, yang selanjutnya disusul oleh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku-Papua (Fatimah Kartini Bohang, 2018).
Cara Menulis Kutipan yang Benar
Kesimpulan
Dalam mengutip sebuah pendapat, seorang penulis harus bisa membedakan antara penulisan kutipan langsung dan tidak langsung.
Dengan adanya kutipan, sebuah karya tulis akan semakin bisa dipercaya karena sumber datanya jelas.
Pada prinsipnya, menulis kutipan berarti menambah daftar pustaka.
Kutipan berada satu teks dengan pembahasan, sedangkan daftar pustaka memiliki halaman tersendiri.
Semoga dengan mengetahui cara menulis kutipan, karya tulismu bisa menjadi semakin baik dan kredibel.
Sekian, semoga bermanfaat!

Wednesday, June 6, 2018

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Yang Baik dan benar

Contoh Penulisan Daftar Pustaka



Daftar Pustaka adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis. Daftar Pustaka ada pada semua jenis karya tulis ilmiah seperti buku, skripsi, makalah, artikel dan sebagainya. 


Penulisan Daftar Pustaka memiliki cara yang baku tetapi tidak mengikat, karena setiap sumber atau karya tulis yang digunakan biasanya beragam. Aturan yang biasanya digunakan sebagai berikut
1. Disusun berdasarkan urutan abjad berturut-turut dari atas ke bawah,
2. Susunannya tidak menggunakan urutan angka dan huruf
3. Jarak penyusunan antara sumber yang satu dengan yang lain biasanya menggunakan jarak spasi


Artikel Terkait : Contoh Proposal Skripsi Beserta Cara Membuatnya


Tujuan Penulisan Daftar Pustaka 

  • Ciri khas Karya Tulis Ilmiah.
  • Rujukan, Kajian atau Sumber Ilmu Pengetahuan terkait.
  • Memberikan Kepuasan Batin untuk Penulis, Penerbit dan Sebagainya.
  • Mengetahui kota atau tempat terbit.
  • Membangun Kepercayaan Pembaca.
  • Membantu Pembaca mencari bahan bacaan atau ilmu pengetahun terkait isi karya tulis.
Ada hal-hal yang harus diperhatikan urutan dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :

  • Nama penulis
  • Tahun Terbit
  • Judul Buku / Karya
  • Tempat Terbit
  • Nama Penerbit
Bila sudah mengetahui urutan dalam penulisan daftar pustaka, langkah selanjutnya adalah mengetahui tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis daftar pustaka yang baik :

  • Pada penulisan nama, tidak perlu dicantumkan gelar
  • Bagi penulis yang memiliki marga, maka marga tersebut harus ditulis paling depan. Apabila tidak terdapat nama marga, maka penulisan nama tersebut diakhir.
  • Penulisan judul buku atau karya ilmiah menggunakan font italic (cetak miring) pada setiap katanya.
  • Jarak antar sumber diberikan dua spasi.
  • Teknik penulisanya dibedakan tiap sumbernya, apakah dari internet, buku, jurnal atau karya ilmiah lainya. Karena sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah dalam undang-undang menulis daftar pustaka.
 Contoh Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Sumber Pustaka

1. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

Nama Pengarang (penulisan nama dibalik, misalnya Ali Shodiqin, maka menjadi Shodiqin, Ali). Tahun terbit. Judul buku. Tempat Terbit: Nama Penerbit

a. Contoh Penulisannya Sebagai Berikut:

Shodiqin, Ali. 2008. Antropologi Al-Qur'an: Model Dialektika Wahyu & Budaya. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Maulana, Ahmad. 2016. Mahir Menulis Artikel Ilmiah. Surabaya: Pustaka Al-Hikmah

Al-Anshari, Zakariyya bin Muhammad. 1997. Minhaj al-Thullab fi al-Fiqhi al-Imam al-Syafi'i. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyah
b. Contoh Penulisan Dengan Dua dan Tiga Pengarang :

Nasoetion, A.H., dan Ahmad Barizi. 2000. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia.

Sukanto, Rudi, Budi Mulya dan Rangga Sela. 1999. Business Forcasting. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Manajemen Informatika UGM.
c. Contoh Penulisan Tanpa Pengarang:

Depdiknas. 1999. Petunjuk Pelaksanaan dan Implementasi Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdiknas.
Divisi SDM. 2005. Company Profile. Jakarta: Citra Van Titipan Kilat.
d. Contoh Penulisan Buku terjermahan, Saduran, atau Sutingan

Wibowo, Herman (Penterjermah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.

2. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Majalah

Budiharto, Widodo. 2004. Beralih ke Oracle 10g. Jakarta: Majalah Bisnis Komputer, No. 6 Thn. 04. (20 Juni-20 Juli 2004)
3. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Buletin

Granger, C.W.J. 1986. Developments in the study of Co-integrated Economic Variables. Oxford Bulletin of Economics and Statistics. Vol. 48:215-226.
4. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Jurnal

Insukindro dan Aliman. 1999. Pemilihan dan Fungsi Empirik: Studi Kasus Perminatan Uang Kartal Riil di Indonesia. Jakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 14,No. 4:49-61.
5. Contoh Penulisan Dafatr Pustaka Dari Surat Kabar atau Koran

Purbo, Onno. 2005. Wireless RT RW Net dengan Wajan Bolik, VOIP. Jakarta:Media Indonesia. (25 Maret 2005)
Sumber lain menulis sebagai berikut:

Dimas 16 Desember, 2014. Hal-Hal Penting Dalam Penulisan Daftar Pustaka. Suara Merdaka, hlm 5 & 6.
6. Contoh Daftar Pustaka dari Artikel Internet

Raharjo, Budi. 2000. Implikasi Teknologi Informasi dan Internet Terhadap Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan: Siapkah Indonesia?. Diambil dari: www.budi.insan.co.id/articles/riau-it.doc. (30 September 2005)
atau 

Umar, Sunadi. 2016. Menulis Daftar Pustaka Yang Tepat. www.contohsurat123.com. Diakses pada 18 Maret 2016.
Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal Internet

William, Bates. 2000. Advancing Quality Through Additional Attention to Result. Chronicle. Vol. 1 number 11, January 2000. Diambil dari: http://www.chea.org/chronicle/vol.1/no.11/index.html. (20 Desember 2007)


7. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Kamus
David-Margaret, D.1992. Mentasy disorders and therir trearment. The New Encylopedia Britannica. Encylopedia Britannica 255: 750-758.