About

Subscribe

Thursday, May 11, 2017

Analisis Korelasi



Analisis  Korelasi

Analisis korelasi (Hubungan) merupakan suatu bentuk analisis inferensial yang digunakan untuk mengetahui derajat atau kekuatan hubungan, bentuk atau hubungan kausal dengan hubungan timbal balik di antara variabel-variabel penelitian, Selain itu, analisis ini dapat juga digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh suatu variabel bebas atau beberapa variabel bebas secara bersama terhadap variabel terikat melalui analisis koefisien determinasi 

A. Konsep Korelasi

Korelasi merupakan istilah yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antar variable.
Analisis korelasi adalah cara untuk mengetahua ada atau tidak adanya hubungan antar variabel.

Jenis statistika uji hipotesis korelasi meliputi korelasisederhana (bivariat), korelasi ganda, dan korelasi parsial .

B. Korelasi Sederhana (Korelasi Bivariat)

Korelasi merupakan istilah yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antar variabel. Sedangkan analisis korelasi sederhana yaitu analisis korelasi yang hanya melibatkan dua variabel (bivariat)

Teknik analisis korelasi bivariat :
  1. Produck Moment digunakan pada data interval/rasio dengan interval/rasio
  2. Rank/Spearmen digunakan pada data ordinal dengan ordinal
  3. Kendal Tan digunakan pada data ordinal dengan ordinal
  4. Point Biserial digunakan pada data interval/rasio dengan dikotomi (murni
  5. Biserial digunakan pada data interval/rasio dengan dikotomi (buatan)
  6. Koefisien Phi digunakan pada data dikotomi dengan dikotomi
1.       Korelasi Product Moment
Korelasi ini digunakan pada data interval/rasio dengan interval/rasio selain itu juga harus memenuhi sarat :
-           Sampel diambil secara acak (random)
-           Data setiap variabel berdistribusi normal
-           Bentuk regresi linier
-           Rumus :

Analisis  Korelasi
Keterangan:
n = Banyaknya pasang data (unit sampel)
x = Variabel bebas
y = variabel terikat

Ada tiga kemungkinan hipotesis yang di uji yaitu :

1)      Hipotesis uji dua pihak
     H0 : p = 0
     H1 : p ≠ 0
2)  Hipotesis satu pihak
     H0 : p ≤ 0
     H1 : p > 0
3)  Hipotesis satu pihak, uji pihak kiri
     H0 : p ≥ 0
     H1 : p < 0
                

Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan :
Ø  Menggunakan tabel r product moment ( untuk n besar dengan dk = n
Ø  Menggunakan tabel distribusi ( untuk n kecil ) dengan dk = n - 2
                
Kriteria pengujian ( dengan tabel r )
Ø  Tertima H0 jika rhitung ≤ rtabel
Ø  Tolak H0 jika rhitung > rtabel
                
Kriteria pengujian ( dengan tabel distribusi t )
Ø  Tertima H0 jika thitung ≤ ttabel
Ø  Tolak H0 jika thitung > ttabel

Konversi nilai r menjadi t hitung menggunakan :

Analisis  Korelasi






     Ujilah koefisien korelasi hubungan antara kecerdasan intelektual (X ) dengan hasil belajar PAI (Y) Pada tabel di bawah ini :

No
X
Y
XY
X2
Y2
1
3
3
9
9
9
2
6
4
24
36
16
3
5
5
25
25
25
4
2
7
14
4
49
5
4
6
24
16
36
6
7
6
42
49
36
7
8
9
72
64
81
8
7
10
70
49
100
9
6
9
54
36
81
10
9
8
72
81
64
11
5
9
45
25
81
12
6
9
54
36
81
13
7
10
70
49
100
14
6
9
54
36
81
15
4
8
32
16
64
Ʃ
85
112
661
531
904

Analisis  Korelasi

Analisis  Korelasi









Hipoteis :
H0 : P ≤ 0
H1 : P > 0

Pengujian :
Menggunakan tabel distribusi t (jika n kecil) dengan dk = n-2
Rumus transformasi r ke t :

Analisis  Korelasi
Analisis  Korelasi






Dari tabel distribusi t, untuk α = 0,05 dan dk = n-1 = 13, diproleh ttabel = 1,77. karena thitung lebih besar dari ttabel (1,875>1,77). Maka H0 ditolak sehingga disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara kecerdasan intelektual (X) dengan hasil belajaer PAI (Y)

Analisis  Korelasi

0 komentar:

Post a Comment