About

Subscribe

Thursday, March 30, 2017

PERANAN GURU DALAM MEMBINA RASA PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dalam sebuah lingkungan baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun mayarakat 
sudah seyogyanya jika dalam diri individu ditanamkan satu kepercayaan pada 
kemampuannya untuk membuat suatu keputusan sendiri dan untuk melakukan pilihan 
sendiri. Di samping itu individu haruslah diberi kesempatan untuk mengungkapkan 
pendapat serta menempuh suatu resiko. Dengan demikian individu akan memiliki suatu 
perkembangan dengan baik.
Sekolah merupakan suatu lembaga yang mengupayakan individu untuk menjadi manusia 
dewasa dan seutuhnya. Umar Tirtaraharja dan La Sulo (2005:33) mengartikan pendidikan 
dengan beberapa batasan, diantaranya :
1.      Pendidikan sebagai tranformasi budaya.
Pendikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi 
yang lain. Nilai-nilai budaya mengalami proses tranformasi dari generasi tua ke generasi
muda.
2.      Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi.
Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada 
terbentuknya kepribadian peserta didik.
3.      Pendidikan sebagai proses pembentukan warga negara.
Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta 
didik agar menjadi warga negara yang baik.
4.      Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja.
Pendidikan diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki 
bekal dasar  untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan kerja pada calon luaran.
 
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan 
proses pembelajaran agar perserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk 
memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia serta 
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Muhibbin 
Syah (2008:10) “Pendidikan adalah  sebuah proses dalam mengupayakan perubahan sikap 
dan tingkah laku seorang atau sekelompok orang di dalam mendewasakan manusia melalui 
upaya pengajaran dan pelatihan”.
Tergambar jelas bahwa pendidikan  merupakan  unsur  yang tidak  dapat dipisahkan  dalam 
diri individu mulai  dari  kandungan  sampai  beranjak  dewasa kemudian  tua. Individu itu 
sendiri mengalami proses pendidikan yang didapatkan dari lingkungan baik lingkungan 
keluarga, sekolah maupun masyarakat. Pendidikan  bagaikan  cahaya penerang yang 
berusaha menuntun  individu dalam menentukan  arah,  tujuan,  dan  makna kehidupan. 
Seorang individu sangat membutuhkan pendidikan melalaui proses penyadaran yang 
berusaha menggali dan mengembangkan potensi dirinya melalaui proses belajar dalam 
lingkunagn keluarga, sekolah maupun masyarakat. Maka sudah seharusnya jika seorang 
individu mendapat perhatian lebih dalam mengembangan potensi dirinya, salah satunya 
ialah di mana individu itu mampu memiliki rasa percaya diri yang besar melalui proses 
pendidikan yang ada di dalam keluarga, sekolah maupun masyarakatnya.
Dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah melalui sekolah, kepala sekolah dan jajarannya
berusaha memberikan pelayanan pendidikan kepada para peserta didik sesuai dengan 
strategi yang telah dirancang. Guru bidang studi merancang dan melaksanakan program 
layananan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga diharapkan peserta didik 
dapat mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya.
Sekolah sebagai salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai
peranan yang sangat penting dalam menyiapkan peserta didik menjadi manusia seutuhnya.
Dalam memberikan layanan pendidikan formal maka guru merupakan faktor utama, karena 
guru sebagi pemegang peranan sebagai pendidik. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru 
banyak sekali memegang berbagai peranan yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebagai
seorang guru. Peranan ini meliputi berbagai jenis pola tingkah laku, baik dalam kegiatan di 
sekolah maupun di luar sekolah.
Dalam uraian peranan guru di atas jelas bahwa guru sebagai pendidik ikut bertanggung jawab
 akan keberhasilan para peserta didiknya. Guru dan peserta didik merupakan orang-orang 
yang terlibat dalam proses dan hasil dari kegiatan yang dilakukan dalam setiap proses belajar 
dan pembelajaran.
Peserta didik yang kurang memiliki rasa percaya diri, akan menghambat dalam proses 
perkembangan belajarnya, mereka akan sulit untuk mengemukakan pendapat, bertanya serta 
bergaul dengan teman sekolahnya, dan ini akan menjadi suatu kendala bagi perkembangan 
dirinya. Maka dalam hal ini guru bimbingan dan konseling sebagai petugas bimbingan 
mempunyai tanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara 
optimal baik dari aspek pribadi, sosial, pendidikan, pengajaran maupun karirnya. Guru 
bimbingan dan konseling harus membina dan mengembangkan rasa percaya diri mereka, 
sehingga mereka mampu untuk berani dalam mengemukakan pendapatnya, mampu bergaul 
dengan tanpa memandang perbedaan, mampu untuk bertanya dan pastinya mereka sebagai 
peserta didik mampu untuk mengembangkan potensi dirinya. Oleh karena itu guru 
bimbingan dan konseling haruslah petugas yang menguasai dan kompeten di bidangnya.
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka dengan ini penulis 
mengadakan penelitian dengan judul “Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam 
Membina Rasa Percaya Diri Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) Jakarta”.
 
B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penulis dapat 
mengidentifikasi berbagai permasalahan dalam penelitian sebagai berikut:
1.      Setiap peserta didik perlu memiliki rasa percaya diri yang besar ketika masuk kedalam sebuah 
lingkungan baru.
2.      Membina rasa percaya diri merupakan upaya dalam menumbuhkan kepercayaan terhadap diri 
peserta didik agar diri mereka mampu dan berani untuk beradaptasi dalam berbagai siatuasi apapun.
3.      Pedidikan dalam sebuah keluarga merupakan awal peranan penting dalam membentuk rasa 
percaya diri peserta didik.
4.      Peranan guru bimbingan dan konseling sangat diperlukan peserta didik dalam menumbuhkan 
rasa percaya diri mereka.
5.      Guru bimbingan dan konseling berperan penting dalam memberikan kesempatan dalam
 membangkitkan rasa percaya diri peserta didik.
6.      Seorang guru bidang studi harus bekerjasama dengan guru bimbingan konseling dalam
 membina rasa percaya diri peserta didik. 
7.      Guru bimbingan dan konseling yang kompeten sangat diperlukan dalam menumbuhkan rasa 
percaya diri peserta didik.
 
C.    Pembatasan Masalah
Sehubungan dengan masalah yang telah diuraikan dari latar belakang masalah dan identifikasi masalah diatas, agar tidak meluas dalam pembahasannya, maka penulis membatasi lingkup masalah yang akan diteliti, yaitu : “Peranan guru bimbingan dan konseling dalam membina rasa percaya diri peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) Jakarta”.
 
D.    Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah yang telah ditetapkan diatas, dan pembahasan masalah
 bisa berfokus kepada permasalahannya, maka masalah dalam penelitian ini dapat 
dirumuskan sebagai berikut : “Bagaimana peranan guru bimbingan dan konseling
dalam membina rasa percaya diri peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) Jakarta?”.
 
E.     Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai peranan guru bimbingan dan 
konseling dalam membina rasa percaya diri peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA)
 Jakarta.
 
F.     Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan berguna bagi :
1.      Sekolah
Sebagai bahan masukan dalam melaksanakan program sekolah yang akan mendatang untuk 
lebih memperhatikan dalam membina rasa percaya diri kepada para peserta didik.
2.      Guru Bimbingan dan Konseling
Sebagai bahan masukan bagi guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan 
bimbingan untuk lebih memperhatikan khususnya membina rasa percaya diri kepada peserta 
didik. 
3.      Guru Bidang Studi
Sebagai bahan masukan untuk dan agar memberikan kesempatan dalam membangkitkan rasa
percaya diri peserta didik serta bekerjasama dengan guru bimbingan dan konseling dalam 
melaksanakan program layanan bimbingan di sekolah.
4.      Penulis

Sebagai persyaratan akhir perkuliahan guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) 
pada Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan 
Sosial Universitas 
PERANAN GURU DALAM MEMBINA RASA PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK


Contoh laporan PPL

Contoh laporan PPL

BAB I
PENDAHULUAN

        A.     ARTI, TUJUAN, DAN STATUS PPL
a.      Arti Program Pengalaman Lapangan
Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah suatu program yang ada dalam program pendidikan prajabatan guru, yang dirancang untuk melatih para calon guru menguasai  kemampuan untuk mengajar secara utuh dan terintegrasi.
Program ini mencakup baik latihan mengajar maupun tugas-tugas kependidikan diluar mengajar (latihan non mengajar). PPl merupakan sumber dari seluruh program pendidikan pengajaran prajabatan guru. Karena itu pelaksanaan PPL secara terjadwal dilakukan setelah mahasiswa mendapatkan bekal yang memadai dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru, seperti landasan kependidikan, penguasaan bidang studi, dan pengelolaan proses belajar mengajar. Kemampuan keguruan mempunyai banyak aspek yang saling berkaitan, oleh karena itu latihan dan kemampuan ini perlu dilaksanakan secara bertahap mulai dari pembentukan berbagai unsur kemampuan, penghayatan sikap dan nilai melaui berbagai mata kuliah dan yang kemudian dilanjutkan dalam PPL.

b.      Tujuan Program Pengalaman Lapangan
Program Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan antara lain:
1.      Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik, dan sosial sekolah tempat praktek.
2.      Mampu menerapkan berbagai kemampuan keguruan secara utuh dan terintegrasi dalam situasi nyata dibawah bimbingan para guru pamong dan dosen pembimbing.
3.      Mampu menarik pembelajaran dari pengalamannya selama latihan melalui refleksi yang salah satu ciri penting pekerjaan professional.


c.       Status Program Pengalaman Lapangan
Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan mata kuliah Wajib Lulus (WL) dengan nilai minimal C dan sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian skripsi (dengan bukti sertifikat tanda lulus PPL).


         B.     TEMPAT PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN
Program Pengalaman Lapangan ini dilaksanakan di:
SMA/SMK ...........
Treakreditasi “A”
Jl.Raya Bogor , Kalisari, Jakarta Timur.

       C.      WAKTU PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN
Program Pengalaman Lapangan dilaksanakan mulai dari tanggal 7 Januari 2013 s.d 2 Maret 2013, setiap hari Senin s.d hari Sabtu, yang meliputi praktek mengajar dan pemberian layanan bimbingan dan konseling, dengan total pertemuan 8(delapan) kali pertemuan kelas per-praktikan.

    D.      PERSIAPAN PROGRAM KEGIATAN
a.      Di Kampus
1.      Telah mengikuti sejumlah Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK) dan Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) yang menunjang PPL.
2.      Mengikuti bimbingan PPL yang dilakukan oleh ibu Kiki S,Pd. Selaku dosen pembimbing PPL.

.


BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN

     A.     MENGENAL SEKOLAH TERMPAT PELAKSANAAN PPL
a.      Profil SMA Budhi Warman II
SMA /SMK Jakarta yang saat ini telah terakreditasi “A” didirikan oleh Yayasan Pendidikan Serba Ada pada tahun 1980. Dalam usianya yang belum genap dua dasawarsa, SMA Serba Ada Jakarta telah terbukti mampu mewujudkan harapan masyarakat yaitu adanya sebuah Sekolah umum yang bukan hanya berorientasi pada akademik tetapi juga berbasis pada disiplin, santun dan agamis.
Pada tahun 1980an kondisi pelajar DKI Jakarta agak kurang menggembirakan, sering terjadi tawuran, sikap hormat dan kepatuhan pada guru kurang sehingga konssentrasi danminat belajar kurang maksimal.
Dalam kondisi seperti itu, maka SMA Serba Ada Jakarta hadir untuk menjawab keinginan masyarakat yaitu adanya sekolah yang berorientasi akademik, aman , tertib, dan disiplin untuk membentuk lulusan yang cerdas, sehat, santun dan agamis serta melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta yang berkualitas.

VISI
Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik, untuk menjadikan lulusan beriman dan bertaqwa, berwawasan ilmu pengatahuan dan teknologi serta dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang bermutu.

MISI
1.      Menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar yang efektif, efisien dan menyenangkan.
2.      Mengamalkan syariat agama secara konsisten.
3.      Melaksanakan Tata Tertib Sekolah secara konsisten dan konsekuen.
4.      Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang bermutu untuk keterserapan lulusan.

b.       Keadaan Sekolah
1.                   Letak Sekolah
SMA Serba Ada berada diwilayah yang sangat strategis, yaitu di       Jl. Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Lokasi sekolah ini sangat mudah dijangkau oleh kendaraan umum.
2.                   Sarana dan Fasilitas
Sarana yang disediakan oleh sekolah diantaranya adalah:
a.       Proyektor in-focus disetiap kelas
b.      Laboratorium IPA
c.       Laboratorium Komputer
d.      Laboratorium Kom.EC
e.       Perpustakaan
f.       Lapangan olah raga
g.       Green House
h.      Sarana ibadah /mushola
i.        Kamar kecil (WC)
j.        UKS
k.      Koperasi
l.        Kantin


Contoh laporan PPL



3.               Gedung Sekolah
Gedung sekolah SMA Serba Ada dapat digambarkan sbb:
Lantai 1


KANTIN
 



GREEN HOUSE
                        LAPANGAN BELAKANG

R. BK      

R.OSIS

TU


MUSHOLA



Dengan pembagian sebagai berikut:
1 . 15 ruang kelas, dengan pembagian
          a.         42 siswa kelas X 1
         b.         38 siswa kelas X 2
          c.         42 siswa kelas X 3
         d.         41 siswa kelas X 4
          e.         42 siswa kelas X 5
          f.          39 siswa kelas X 6
          g.         42 siswa kelas XI IPA 1
         h.         42 siswa kelas XI IPA 2
          i.          42 siswa kelas XI IPS 1
          j.          31 siswa kelas XI IPS 2
         k.         41 siswa  kelas XII IPA1
          l.          40 siswa kelas XII IPA 2
        m.        42 siswa kelas XII IPA 3
         n.         37 siswa kelas XII IPS 1
         o.         46 siswa kelas XII IPS 2
         p.         46 siswa kelas XII IPS 3
Maka total keseluruhan siswa pada tahun ajaran 2012/2013 yaitu berjumlah 653 siswa.

2 . 1 ruang yayasan
3 . 1 ruang kepala sekolah
4 . 1 ruang wakil kepala sekolah
5 . 1 ruang guru
6 . 1 ruang BK
7 . 1 ruang tata usaha
8 . 1 ruang Adm. Keuangan
9 . 1 Ruang Kepala Program
10 . 1 Ruang SAS
11 . 3 Ruang Laboratorium computer
12 . 1 Ruang Laboratorium IPA
13 . 1 Ruang Perpustakaan
14 . 1 Ruang PSB
15 . 1 RUang KOperasi
16 . 1 Ruang UKS
17 . 1 Ruang OSIS
18 . 4 WC, 2 WC Putra dan 2 WC Putri
19 . 1 Green House
20 . 1 Mushola





INSTRUMEN OBSERVASI
LINGKUNGAN FISIK DAN FASILITAS SEKOLAH

1 . Bentuk Gedung Sekolah    …√…   a. Layak untuk suatu sekolah
… √…  b. menarik
…√ …  c. tertata rapih

2 . Kondisi Bangunan             …√ …  a. Permanen
                                                            …... … b. darurat
                                                            …√…   c. baru
                                                            … …    d. lama
                                                            … √…  e.kokoh
                                                            … …    f. tidak berlataia

3 . Halaman sekolah               ……     a .luas
                                                            ……     b. sempit
                                                            …√…   c.sedang
                                                            …√…   d. hijau
                                                            ……     e. gersang

4 . Pagar sekolah                    …√…   a…pagar besi
                                                            ……     b. pagar hijau

5 . Kebun sekolah                   …√…   a. luas
                                                            …√…   b. terpelihara

6 . Kamar kecil                                   …√…   a. permanen
                                                            ……     b. darurat
                                                            …√…   c. air cukup
                                                            …√…   d. bersih

7 . kantin                                 …√…   a. bersih
                                                            …√…   b. makanan yang dijual bergizi
                                                            …√,,,   c. harga sangat terjangkau
                                                            …√…   d. penjualnya sangat ramah

8 . kelas                                   …√,,,   a. ukuran kira-kira7x8m
…√…   b.jumlah siswa sesuai dengan kelas
…√…   c. ventilasi cukup
…√…   d. cahaya cukup
…√…   e. bersih dan rapih
…√…   f. hiasan dinding

9 . Ruang kelas                                   …√…   a. papan tulis memmadai
                                                …√…   b. meja, kursi siswa terawatt
                                                …√…   c. bbentuk meja,kursi sesuai

10 . Kantor                             …√…   a. Kepala sekolah
                                                …√…   b. Wakil Kepala Sekolah
                                                …√…   c. Guru

11. Alat penunjang pendidikan…√… a. peta
                                                …√…   b. papan presensi
                                                …√…   c. Kalender Akademik
                                                …√…   d. jadwal pelajaran
                                                …√…   e. gambar pahlawan
                                                …√…   f. proyektor
                                                …√…   g. in focus
                                                …√…   h. OHP
                                                …√…   i. DVD

12.  Sumber belajar                …√…   a. kurikulum
                                                …√…   b. perpustakaan
                                                …√…   c. laboratorium
                                                …√…   d. buku paket

Setelah melakukan observasi lingkungan fisik dan fasilitas sekolah dengan mengamati dan mencermati keaaan SMA Serba Ada yang terletak di Jl. Raya Bogor, Jakarta Timur. Maka dapat disimpulkanbhal-hal kondusif dalam proses kegiatan belajar mengajar disekolah adalah sebagai berikut:
·         Bentuk bangunan memiliki tata ruang dan letak yang sangat baik, dan kondisi bangunan permanen serta terawatt dan juga terdapat lapangan yang cukup luas di depan bangunan kelas-kelasnya. Lantai sekolah berwarna putih yang memberikan kesan bersih dan terang. Kemudian dengan kondisi kamar kecil yang cukup terawatt dengan komposisi air yang selalu tersedia dan juga bersih.
·         Ruang kelas cukup luas dan besih, serta cukup ventilasi dan juga penerangannya, ruangan kelas cukup sesuai dan memadai dengan jumlah siswa yang terdapat disetiap kelasnya . fasilitas pendukung kegiatan belajar juga cukup lengkap seperti adanya in focus disetiap kelas dan juga tersedianya  perpustakaan dan juga berbagai alat peraga.
·         Ruang kantor, yaitu ruang Kepala Sekolah, ruang Wakil kepala sekolah dan juga ruang guru serta ruang tata usaha  tertata dengan rapih dan bersih.
·         Situasi lingkungan sekolah cukup hijau, tenag, aman dan nyaman sehingga sangat kondusif untuk pelaksanaan proses belajar mengajar.
·         Proses belajar mengajar di SMA Budhi Warman II semuanya dilaksanakan mulai dari pagi hari , yaitu dimulai pada pukul 06:30 s.d 14:15 WIB.

c.              Personil Sekolah
SMA Serba Ada memiliki jumlah guru sebanyak 46 orang, dan jumlah staff sebanyak 30 orang. Dimana dari seluruh personil tersebut adalah tenaga-tenaga ahli dan berpengalaman dibidangnya.
Hubungan antara kepala sekolah, guru serta personil sekolah yang lainnya sangat baik. Para guru  memberikan perhatian yang baik demi kemajuan para siswa, demikian juga para personil sekolah lainya yang banyak memberikan sumbangsih positif demi kemajuan sekolah Budhu Warman II. Begitu pula dengan Kepala Sekolah yang mampu memeberikan contoh dan teladan yang baik bagi para siswa maupun bagi para guru dan juga pesonil sekolahj lainnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari disekolah, pihak sekolah menempatkan tiga orang guru piket yang bertugas mengawasi dan juga menjaga ketertiban kegiatan belajar siswa ditiap lantainya



   B.     MENGAJARKAN MATA PELAJARAN ATAU MEMEBERIKAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
a.       Sebelum melakukan praktek mengajar, kami mempersiapkan materi/ bahan ajar yang akan kami sampaikan dengan dibantu oleh guru pamong kami serta kami juga menyiapkan Daftar Cek Masalah (DCM) dengan hasil berupa status yang terlampir pada laporan ini.
b.      Dalam pelaksanaan praktek pengalaman lapangan ini guru pamong memberikan tugas pemberian layanan Bimbingan dan Konseling sebanyak sepuluh kali (10x) pertemuan perminggunya dalam kurun waktu ± 8 minggu, yang dibagi secara merata kepada setiap praktikan untuk mengisi jam-jam tersebut dengan total pertemuan sebanya 8x pertemuan(jadwal terlampir). Sementara itu praktikan juga diberi keleluasaan untuk memeberikan layanan Bimbingan Konseling diluar kelas kepada setiap siswa SMA Serba Ada.

     C.     MENGERJAKAN TUGAS ADMINISTRASI/ KE- TATA USAHAAN
Kegiatan pengerjaan tugas administrasi sekolah yang dilakukan yaitu antara lain:
1.      Piket harian guru, yang didalamnya mencakup:
a.       Mencatat absensi siswa keseluruh kelas setiap harinya
b.      Mengakumulasi kehadiran dan keterlambatan siswa selama satu hari, satu minggu, satu bulan dan dalam satu smester.
c.       Mengawasi kehadiran kelas atau kegiatan belajar mengajar siswa secara keseluruhan.
d.      Menggantikan guru mata pelajaran(mengawasi kelas) yang tidak hadir
2.      Memasukkan nilai siswa dan mengakumulasinya dan atau mencari nilai rata-rata siswa.
3.      Mendata absensi para personil sekolah.

     D.     MENYELENGGARAKAN KEGIATAN LAIN
Kegiatan-kegiatan sekolah yang kami  ikuti dalam pelaksannan Program Pengalaman Lapangan (PPL) diluar praktik mengajar dan pemberian layanan Bimbingan Konseling  yaitu diantaranya mengikuti acara Maulid Nabi SAW yang diadakan di SMA Serba Ada.




BAB III
PENUTUP
            Program Pelaksanaan Lapangan (PPL) merupakan pengalaman baru yang sangat berhasrga bagi kami. Tidak mudah bagi kami melewati tahapan demi tahapan ketika mempersiapkan, memulai, dan sampai kami membuat laporan ini, adalah suatu proses belajar yang sungguh membuat kami semakin terus merasa terdorong bergerak untuk maju menggapai cita-cita kami yaitu sebagai calon guru pembimbing.
A.                 HASIL REFLEKSI
a.       Manfaat Program Pengalaman Lapangan:
1.      Program Pengalaman lapangan sebagai sumber untuk menambah pengetahuan secara nyata/lebih lanjut tentang profesi kependidikan yang nantinya akan kami jajaki.
2.      Program Pengalaman Lapangan mendorong kami untuk mampu menjadi guru yang professional.

b.      Hambatan-hambatan yang Dihadapi Dalam Pelaksanakan Pengalaman Lapangan:
1.      Keterbatasan waktu kami didalam penunjang kegiatan pelayanan Bimbingan Konseling.

c.       Kelebihan dari Program Pengalaman Lapangan yang Berguna Bagi Diri Sendiri yang akan Menunjang Tugas Guru di Kemudian Hari:
1.      Program Pengalaman Lapangan mengajarkan kami mengenai kode etik guru Indonesia. Dan dari situ pemahaman-pemahaman mengenai kode etik guru Indonesia semakin kami mengerti, sehingga kelak akan berguna bagi kami untuk menunjang cita-cita kami sebagai guru Bimbingan dan Konseling.
2.      Program Pengalaman Lapangan menjadikan kami untuk mampu menerapkan berbagai kemampuan keguruan secara utuh dan terintegrasi.



d.      Usaha yang Diperlukan untuk Mengatasi Kelemahan-kelemahan Sebagai Calon Guru:
1.      Mempersiapkan diri agar kelak mampu menggunakan metode pengajaran yang tepat dan bervariasi dalam mengajar dan menggunakan media belajar yang sesuai dengan materi yang diajarkan.
2.      Mengikuti seminar-seminar pendidikan, sebagai sarana pembelajaran bagi kami untuk memperoleh pengetahuan tentang profesionalisasi kependidikan guna menunjang profesi sebagai guru Bimbingan Konseling kelak.


B.                  SARAN-SARAN
Menghadapi era globalisasi yang saat ini terus menuntut kemajuan kemampuan yang dimiliki oleh para pendidik, sekolah sebagai tempat untuk mengayomi dan termpat belajar peserta didik yang tentu saja didalamnya juga terdapat orang-orang berpendidikan dan bermoral tinggi yang mengemban tugas mulia untuk mampu mencetak generasi bangsa yang cerdas dan mandiri serta berkualitas dan memiliki akhlak mulia, maka sangat perlu untuk dilakukannya inovasi didalam pendidikan dalam beberapa hal diantaranya:
1.      Meningkatkan kedisiplinan dan pembinaan kecerdasan emosi serta kecerdasan spiritual kepada kepala sekolah, guru, serta personil ssekolah lainnya.
2.      Mempersiapkan SDM yang baik di sekolah dan ikut aktif dalam berbagai macam kegiatan pendidikan seperti penataran guru, seminar pendidikan,dsb.
3.      Melengkapi lagi fasilitas-fasilitas  pendidikan dengan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
4.      Meningkatkan pengawasan kedisiplinan siswa terhadap hal-hal yang dapat mengakibatkan pengaruh buruk terhadap siswa.




C.                 LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.      Jadwal PPL
2.      Daftar Hadir Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan
3.      Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas X dan XI
4.      Program Kerja dan Program Layanan Bimbingan Konseling tahun 2012/2013
5.      Lembar penilaian hasil Program Pengalaman Lapangan
6.      Daftar Cek Masalah
7.      Sosiometri kelas X dan XI
8.      Hasil Diagnosa Kesulitan Belajar (study kasus)