About

Subscribe

Showing posts with label Metode Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Metode Pembelajaran. Show all posts

Tuesday, April 4, 2017

Pengertian Metode Pembelajaran dan Pendekatan



PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Metode Pembelajaran merupakan cara atau tekhnik pengkajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh pendidik pada saat pengkajian bahan pelajaran, baik secara individual maupun kelompok. Pendekatan dalam pendidikan Islam merupakan suatu proses, perbuatan dan cara mendekati peserta didik dan mempermudah pelaksanaan pendidikan Islam itu sendiri. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung pasti akan didukung oleh metode dan pendekatan pembelajaran, karena dalam pembelajaran, apabila sudah menggunakan kedua sistem diatas maka komponen-komponen pendidikan akan berjalan dengan baik, khususnya pendidikan Islam baik secara efektif dan efisien.
Dalam pembelajaran metode dan pendekatan tidak bisa dipisahkan karena kedua unsur ini merupakan alat dan cara yang digunakan untuk menunjang kelancaran pendidikan. Dalam praktek dilapangan, masalah yang selalu menghantui pikiran kita adalah dapatkah metode-metode pengajaran yang ada diterapkan atau dijadikan sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan ajaran islam.
Kunci utama pendidik dalam mencapai cita-cita yang dinginkan harus bekerja keras untuk hal yang demikian. Kerja keras itu harus didukung dengan kompetensi yang dimiliki oleh seorang pendidik. Jika seorang pendidik tidak memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan, maka bisa dipastikan peserta didik tidak akan dapat mencapai cita-citanya, begitupun dengan dunia pendidikan tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu menjadikan peserta didik menjadi insan kamil.
Tentunya seorang pendidik harus memiliki metode atau cara yang tepat dalam mewujudkan itu semua. Oleh karena itu untuk mengukur sampai dimana efektifitas pendekatan dan metode dalam pencapaian tujuan pendidikan sesuai ajaran islam, kita akan membahas makalah mengenai Pendekatan dan Metode Pendidikan menurut Islam dan Umum.

PEMBAHASAN
 A.      Pengertian Pendekatan Pendidikan dan Landasannya
            Pendekatan Pendidikan menurut Umum dalam bahasa inggrisnya adalah approach mempunyai arti a way of dealing with something  (sebuah jalan untuk melaksanakan sesuatu). Pendekatan merupakan  cara umum dalam memandang permasalahan atau objek  kajian. Pendekatan ( approach ) juga merupakan pandangan falsafi terhadap subject-matter yang harus diajarkan dan selanjutnya melahirkan metode mengajar.[1]
            Sehingga pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai seperangkat asumsi atau pandangan guru tentang hakikat bahasa yang diajarkan kepada siswa dalam suatu proses interaksi belajar-mengajar di kelas yang difasilitasi guru dengan baik yang mencakup materi, metode, media, dan evauasi, sehingga pencapaian tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Pendekatan Pendidikan menurut Islam, menurut Muhammad Athiyah Al-Abrasyi adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan berbahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya (akhlaknya), teratur pikirannya, halus perasaannya, mahir dalam pekerjaanya, manis tutur katanya, baik dengan lisan maupun tulisan berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada  ajaran Islam.
                        

B.  Jenis-jenis pendekatan pendidikan
v  Jenis-jenis Pendekatan Pendidikan menurut Umum
·           Pendekatan individual
Merupakan pendekatan yang mempunyai arti sangat penting dalam proses pembelajaran dalam pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual, karena pendeketan ini berorientasi pada aspek perbedaan individual baik berdasarkan kompetensi,minat, dan perhatian.
·           Pendekatan kelompok
 pendekatan kelompok diperelukan  dan digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik karena hal ini disadari bahwa anak didik adalah makhlik homo socius, yaitu makhlik yang berkecendrungan untuk hidup bersama.
·           Pendekatan bervariasi
Merupakam permasalahan yang dihadapi oleh setiapo anak didik yang bervariasu maka membutuhkan pendekatan yang bervariasi pula, Karena guru tidak bisa menggunakan tekhnik pemecahan yang sama untuk memecahkan permasalahn yang lain.
·           Pendekatan edukatif
Merupakan pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru yang tindakan dan sikap dengan tujuan untuk mendidik.
·           Pendekatan keagamaan
Pendekatan ini memandang bahwa ajaran Islam yang bersum­berkan kitab suci A1 Quran dan sunnah Nabi menjadi sumber impirasi dan motivasi pendidikan Islam.
·           Pendekatan Kebermaknaan
Pendekatan yang salah satu alternatifnya ke arah pemecahan masalah tersebut dan diajukanlah pendekatan baru, yaitu pendekatan kebermaknaan.
Allah SWT telah memberi petunjuk bagaimana agar manusia yang diciptakan sebagai rnakhluk yang memiliki struktur dan kontur psychis dan fisik yang paling sempuma dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya, dapat berkembang ke arah pola kehidupan yang bertaqwa kepada khalik-Nya, tidak menyimpang ke jalan keludupan yang ingkar kepada-Nya.[2]

v  Jenis-jenis Pendekatan Pendidikan menurut Islam
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pendidikan menurut Islam. Pendekatan yang bersifat multi approach yang pelaksanaannya meliputi hal-hal sebagai berikut (Basuki dan Ulum,2007: 141) :
·       Pendekatan Religius
Pendidikan yang menitik beratkan kepada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang berjiwa religius dengan bakat-bakat keagamaan.
·        Pendekatan filosofis
Pendekatan yang memandang bahwa manusia adalah makhluk rasional atau berakal pikiran, sehingga yang menyangkut pengembangannya didasarkan pada sejauh mana kemampuan pikirannya dapat dikembangkan sampai pada titik maksimal perkembangannya.
·       Pendekatan Sosio kultural
Pendekatan yang bertumpu pada pandangan bahwa manusia adalah makhluk bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga dipandang sebagai homo sosialis dan homo legatus dalam kehidupan bermasyarakat dan berkebudayaan.
·        Pendekatan Scientific
Pendekatan ini menitik beratkan pandangan bahwa manusia memiliki kemampuan menciptakan (kognitif), berkemauan dan merasa (emosional atau afektif).[3]

 C.      Pengertian Metode Pendidikan dan Landasannya
1.         Pengertian Metode Pendidikan menurut Umum
Metode berasal dari bahasa Yunani “ Metha” yang artinya dibalik atau dibelakang, “Hodos” yang artinya melalui. Dalam bahasa Arab “Thariqah” yang artinya jalan. Sehingga dapat diartikan cara atau jalan yang di tempuh  untuk mencapai tujuan. Pembelajaran berasal dari kata “Intruction” yang berarti menyampaikan pikiran. [4]
Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimpelentasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melauli penggunaan metode pembelajaran.
Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara atau seperangkat cara atau jalan yang dilakukan, ditempuh guru secara sistematis melakukan upaya pembelajaran yang telah diolah sehingga menjadi milik peserta didik. Metode Pembelajaran dapat diartikan pula sebagai prinsip-prinsip yang mendasari kegiatan mengarahkan perkembangan khususnya proses belajar mengajar. Menurut Abudinata “Metode Pembelajaran adalah bagian keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru yang propesional (Nata 2003:274)”.[5]

2.         Pengertian Metode Pendidikan menurut Islam
Menurut Mastuhu “Metode Pendidikan menurut ajaran Islam yang berjalan saat ini masih sebatas pada sosialisai nilai dengan pendekatan hafalan. Sehingga dapat diartikan Metode Pendidikan menurut Islam sebagai cara yang digunakan oleh Pendidik untuk mewariskan sejumlah materi ajar yang disampaikan kepada peserta didik secara kritis, mengoreksi, mengevaluasikan dan mengomentari sesuai dengan ajaran agama Islam.

3.    Landasan Metode Pendidikan menurut Islam
Al-Qur’an surat Luqman ayat: 12-19 yang berbunyi:

وَلَقَدْ اَتَيْنَا لُقْمَنَ اْلحِكْمَةَ اَنِ شٌكرللهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِ نٌمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَ اللهَ غَنِيٌ حَمِيْ0 وَاِذْ قَا لَ لُقْمَنَ لابْنَيهَ وَهُوَيَعِظُهُ يَبُنَيَ لا تُشْرِكْ ِبا للهِ اِنَ شِرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ0 وَوَصَيْنَاِ الاءِنْسَانَ بِوَلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ اُمُهُ وَهْنًا عَلَ وَهْنٍ وَفِصَا لُهُ فِى عَا مَيْنِ عَنِ ا شْكُرْ لِي وَلِوَ لِدَيْك اءِلَيَ المَصِيْر0واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك به علم فلا تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم  الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتم تعملون 0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الارض يات بها الله ان الله لطيف خبير0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم الامر0ولاتصعر خدك للناس ولا تمش فى الارض مرحا ان الله لايحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صوتك ان انكرالاصوة لصوت الحمير

“Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah, dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji
Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku, janganlah kamu mempersekutukan allah, sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.
Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(Luqman berkata): Hai anaku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya). Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui”.
Hai anaku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Dan Nabi Muhammad SAW. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut:
مرو ا الصبي با لصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها
Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia.”
(HR. Tirmizi)

  
D.           Macam-macam metode pendidikan
v  Macam-macam Metode  Pendidikan menurut Umum
a.    Metode ceramah
Metode ceramah adalah suatu metode didalam pendidikan dimana cara menyampaikan pengertian-pengertian materi kepada peserta didik dengan jalan penerangan dan penuturan secara lisan. Metode ceramah juga bisa diartikan sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan oleh seseorang terhadap kelompok pendengar, dalam pelaksanaannya sebuah interaksi dalam penuturannya misalnya penceramah dalam mempergunakan alat bantu untuk menjelaskan uraiannya, tetapi alat utama perhubungan dengan kelompok pendengar adalah bahas lisan.
b.    Metode diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian/ penyampaian bahan pelajaran dimana guru memberikan kesempatan kepada siswa/ kelompok siswa untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas suatu masalah. Forum diskusi bisa diikuti oleh semua siswa didalam kelas, juga dapat dibentuk kelompok kelompk diskusi lebih kecil. Yang perlu diperhatikan adalah hendaknya para siswa dapat berpartisipasi aktif di dalam setiap forum diskusi. Semakin banyak siswa terlibat dan menyumbangkan pikirannya, maka semakin banyak pula yang dapat mereka pelajari.
c.    Metode demonstrasi dan eksperimen
Metode demonstrasi adalah salah satu metode untuk membelajarkan siswa untuk melihat apa yang dikerjakan oleh guru. Jadi demonstrasi adalah cara mengajar guru dengan menunjukan atau memperlihatkan suatu proses sehingga siswa dapat melihat, mengamati, mendengar, meraba, dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru. Metode eksperimen adalah metode pengajaran dimana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari pada yang diketahui.

d.   Metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab adalah penyampaian proses pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban, atau sebaliknya siswa diberi kesempatan bertanya dan guru yang menjawab pertanyaanya.
e.    Metode pemberian tugas.
Metode pemberian tugas (resitasi) sering disebut metode pekerjaan rumah, adalah metode dimana murid/ siswa diberi tugas khusus diluar jam pelajaran. Sebenarnya penekanan metode ini terletak pada jam pelajaran berlangsung, dimana siswa disuruh untuk mencari informasi atau fakta berupa data yang dapat ditemukan di laboratorium, perp[ustakaan, pusat sumber belajar dan lain-lain.
f.     Metode Microteaching
Merupakan suatu latihan mengajar permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok siswa dibawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong.
g.    Metode permainan
Merupakan suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan yang berupa teka-teki, papan bergambar, kotak rahasia atau kartu gambar yang dibuat oleh siswa atau guru.
h.    Metode Latihan
Merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memniliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apad yang telah dipelajari.[6]

v  Macam-macam Metode  Pendidikan menurut Islam
Dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW. Dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan, mendidik jiwa dan membangkitkan semangat.
Macam-macam metodenya antara lain:
a.    Metode Hiwar ( Percakapan ) Qurani dan Nabawi
Hiwar adalah percakapan silih berganti antar dua pihak atau lebih melalui tanya jawab mengenai suatu topik dan dengan sengaja diarahkan kepada satu tujuan yang dikehendaki (dalam hal ini guru).  Hiwar mempunyai dampak yang dalam bagi pembicara maupun pendengar pembicaraan tersebut, antara lain:
·           Permasalah di sajikan secara dinamis
·           Pembaca atau pendengar tertarik untuk terus mengikuti jalannya percakapan itu dengan maksud dapat mengetahui kesimpulannya.
·           Hiwar itu mungkin membangkitkan berbagai perasaan dan kesan seseorang
·           Topik yag bersangkutan disajikan secara relistis dan manusiawi.
Didalam Al-Quran dan sunnah terdapat bentuk hiwar antara lain:
1.         Hiwar khithabi atau ta’abbudi (percakapan pengabdian)
2.         Hiwar washfi (percakapan deskriptif)
3.         Hiwar qishashi (percakapan berkisah)
4.         Hiwar jadali (percakapan dialektis)
5.         Hiwar nabawi.

b.    Metode kisah-kisah Qurani dan Nabawi
Dalam pendidikan islam, terutama pendidikan agama kisah sebagai metode yang amat penting, karena :
1.         kisah selalu memikat karena mungundang pendengar/ pembaca untuk selalu mengikuti kisahnya dan merenungkan maknanya.
2.         Kisah quroni dan nabawi dapat menyentuh hati manusia karena kisah itu menampilkan tokoh yang konteksnya yang menyeluruh
3.         Kisah quroni dan nabawi mendidik perasaan keimanan , kisah qurani bukan hanya semata kisah atau semata-mata karya seni yang indah, ia juga suatu cara Tuhan mendidik umat agar beriman kepadaNya.

Kisah Qur’ani bertujuan:
·           Mengungkapkan kemantapan wahyu dan risalah.
·           Menjelaskan bahwa keseluruhan agama itu datangnya dari Allah SWT.
·           Menjelaskan bahwa Allah menolong dan mencintai Rasul-Nya, dan kaum mukmin adalah umat yang satu dan Alllah adalah Tuhan bagi mereka.
·           Menguatkan keimanan kaum muslimin dan menghibur mereka dari musibah yang menimpa.
·           Mengingatkan bahwa musuh orang mukmin adalah setan.
Kisah Nabawi menjelaskan tentang pentingnya keikhlasan dalam beramal, menganjurkan bersedekah, dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Kedua kisah ini dapat menyentuh hati manusia karena kisah itu menampilkan tokoh dalam konteksnya yang menyeluruh, sehingga pebdengar dan pembaca ikut menghayati dan merasakan isi kisah tersebut.

c.         Metode Amtsal (perumpamaan) Quroni dan Nabawi
Dalam surat Al-ankabut ayat 41, Allah mengumpamakan sesembahan atau Tuhan orang kafir dengan sarang laba-laba :
  
“perumpamaan orang yang berlindung kepada selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah, padahal rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba”.

d.        Mendidik dengan memberi teladanan
Dalam al-Qur’an kata teladan disamakan pada kata Uswah yang kemdian diberikan sifat dibelakangnya seperti sifat hasanah yang berarti baik. Sehingga dapat terungkapkan menjadi Uswatun Hasanahyang berarti teladan yang baik. Kata uswah dalam al-Qur’an diulang sebanyak enam kali dengan mengambil contoh Rasullullah SAW, Nabi Ibrahim dan kaum yang beriman teguh kepada Allah. Firman Allah SWT dalam surat al-Ahzab :


“Sesungguhnya telah ada pada ( diri) Rasullullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bago orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.  (Q.S.al-Ahzab:(33): 21).
Muhammad Quthb, misalnya mengisyaratkan bahwa di dalam diri Nabi Muhammad, Allah menyusun suatu bentuk sempurna metodologi Islam, suatu bentuk yang hidup dan abadi sepanjang sejarah masih berlangsung. Metode ini dinggap sangat penting karena aspek agama yang trpenting adalah akhlak yang termasuk dalam kawasan aktif yang terwujud dalam tingkah laku(behavioral).
e.         Metode pembiasaan diri dan pengamalan
Inti pembiasaan adalah pengulangan. Sesuatu jika dilakukan dengan berulang ulang maka akan menjadi kebiasaan baik itu hal yang buruk maupun yang baik. Hal ini bisa dimulai sejak dini untuk pembentukan manusia dewasa. Orang yang terbiasa dapat mengalahkan orang yang lebih mengetahui tetapi kurang terbiasa, hal ini sering digunakan dalam materi hafalan.
Uraian tentang pembiasaan selalu menjadi satu dengan uraian tentang perlunya mengamalkan kebaikan yang telah diketahuai. Pembiasaan pada dasarnya pada pengalaman. Sehingga pada intinya adalah pengulangan. Contoh saja setiap masuk kelas mengucapkan salam.
f.         Metode ‘ibrah dan mau’idhah
        Ibrah dan  ialah suatu kondisi yang memungkinkan orang sampai dari pengetahuan yang konkrit kepada pengetahuan yang abstrak. Maksudnya adalah perenungan dan tafakur. Sedang mau’idhah adalah nasihat yang lembut yang diterima oleh hati dengan cara menjelaskan pahala atau ancamannya.
g.        Metode targhib dan tarhib
Targhib adalah janji yang disertai dengan bujukan dan membuat senang terhadap sesuatu maslahat, kenikmatan, atau kesenangan akhirat yang pasti dan baik, serta bersih dari segala kotoran yang kemudian diteruskan dengan menggunakan amal shaleh dan menjauhi kenikmatan selintas yang mengandung bahaya atau perbuatan yang buruk.
Sedangkan Tarhib adalah ancaman dan siksaan sebagai akibat melakukan dosa atau kesalahan yang dilarang oleh Allah, atau akibat lengah dalam menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah. Didalam Al-quran Allah swt berfirman:
  
“Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Rabb-mu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang dhalim didalam neraka dalam keadaan berlutut”.
(Q.S.19 Maryam :71-72) [7]



[1] Moh. Haitami Salim, Studi Ilmu Pendidikan Islam, ( Ar-Ruzz Media:Jogjakarta, 2012 ), hal 210
[2] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 147-154
[3] Moh. Haitami Salim, Studi Ilmu Pendidikan Islam, ( Ar-Ruzz Media:Jogjakarta, 2012 ), hal 214
[4] Soleha dan Rada, Ilmu Pendidikan Islam,(Alfabeta:Bandung,2012), hal 106
[5] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 157
[6] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 157-173
[7] Abdurrahman an-Nahlawi,Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam,(CV Diponogoro:Bandung,1989),hal 283-285