Analisis Korelasi
Analisis korelasi (Hubungan) merupakan suatu bentuk analisis
inferensial yang digunakan untuk mengetahui derajat atau kekuatan hubungan,
bentuk atau hubungan kausal dengan hubungan timbal balik di antara
variabel-variabel penelitian, Selain itu, analisis ini dapat juga digunakan
untuk mengetahui besarnya pengaruh suatu variabel bebas atau beberapa variabel
bebas secara bersama terhadap variabel terikat melalui analisis koefisien
determinasi
A. Konsep Korelasi
Korelasi merupakan istilah yang digunakan untuk mengukur
kekuatan hubungan antar variable.
Analisis korelasi adalah cara untuk mengetahua ada atau
tidak adanya hubungan antar variabel.
Jenis statistika uji hipotesis korelasi meliputi korelasisederhana (bivariat), korelasi ganda, dan korelasi parsial .
B. Korelasi Sederhana (Korelasi Bivariat)
B. Korelasi Sederhana (Korelasi Bivariat)
Korelasi merupakan istilah yang digunakan untuk mengukur
kekuatan hubungan antar variabel. Sedangkan analisis korelasi sederhana yaitu
analisis korelasi yang hanya melibatkan dua variabel (bivariat)
Teknik analisis korelasi bivariat :
- Produck Moment digunakan pada data interval/rasio dengan interval/rasio
- Rank/Spearmen digunakan pada data ordinal dengan ordinal
- Kendal Tan digunakan pada data ordinal dengan ordinal
- Point Biserial digunakan pada data interval/rasio dengan dikotomi (murni
- Biserial digunakan pada data interval/rasio dengan dikotomi (buatan)
- Koefisien Phi digunakan pada data dikotomi dengan dikotomi
1.
Korelasi Product Moment
Korelasi ini digunakan pada data interval/rasio dengan
interval/rasio selain itu juga harus memenuhi sarat :
-
Sampel
diambil secara acak (random)
-
Data
setiap variabel berdistribusi normal
-
Bentuk
regresi linier
-
Rumus :
Keterangan:
n = Banyaknya pasang data (unit sampel)
x = Variabel bebas
y = variabel terikat
Ada tiga kemungkinan hipotesis yang di uji yaitu :
1) Hipotesis uji dua pihak
1) Hipotesis uji dua pihak
H0 : p = 0
H1 : p ≠ 0
2) Hipotesis satu
pihak
H0 : p ≤ 0
H1 : p > 0
3) Hipotesis satu
pihak, uji pihak kiri
H0 : p ≥ 0
H1 : p < 0
Pengujian
hipotesis dapat dilakukan dengan :
Ø Menggunakan
tabel r product moment ( untuk n besar dengan dk = n
Ø Menggunakan
tabel distribusi ( untuk n kecil ) dengan dk = n - 2
Kriteria
pengujian ( dengan tabel r )
Ø Tertima
H0 jika rhitung ≤ rtabel
Ø Tolak
H0 jika rhitung > rtabel
Kriteria
pengujian ( dengan tabel distribusi t )
Ø Tertima
H0 jika thitung ≤ ttabel
Ø Tolak
H0 jika thitung > ttabel
Konversi nilai r menjadi t hitung menggunakan :
Ujilah
koefisien korelasi hubungan antara kecerdasan intelektual (X ) dengan hasil
belajar PAI (Y) Pada tabel di bawah ini :
No
|
X
|
Y
|
XY
|
X2
|
Y2
|
1
|
3
|
3
|
9
|
9
|
9
|
2
|
6
|
4
|
24
|
36
|
16
|
3
|
5
|
5
|
25
|
25
|
25
|
4
|
2
|
7
|
14
|
4
|
49
|
5
|
4
|
6
|
24
|
16
|
36
|
6
|
7
|
6
|
42
|
49
|
36
|
7
|
8
|
9
|
72
|
64
|
81
|
8
|
7
|
10
|
70
|
49
|
100
|
9
|
6
|
9
|
54
|
36
|
81
|
10
|
9
|
8
|
72
|
81
|
64
|
11
|
5
|
9
|
45
|
25
|
81
|
12
|
6
|
9
|
54
|
36
|
81
|
13
|
7
|
10
|
70
|
49
|
100
|
14
|
6
|
9
|
54
|
36
|
81
|
15
|
4
|
8
|
32
|
16
|
64
|
Ʃ
|
85
|
112
|
661
|
531
|
904
|
Hipoteis :
H0 : P ≤ 0
H1 : P > 0
Pengujian :
Menggunakan tabel distribusi t (jika n kecil) dengan dk =
n-2
Rumus transformasi r ke t :
Dari tabel distribusi t, untuk α = 0,05 dan dk = n-1 = 13,
diproleh ttabel = 1,77. karena thitung lebih besar dari ttabel (1,875>1,77).
Maka H0 ditolak sehingga disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara
kecerdasan intelektual (X) dengan hasil belajaer PAI (Y)












