PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Metode
Pembelajaran merupakan cara atau tekhnik pengkajian bahan pelajaran yang akan
digunakan oleh pendidik pada saat pengkajian bahan pelajaran, baik secara
individual maupun kelompok. Pendekatan dalam pendidikan Islam merupakan suatu
proses, perbuatan dan cara mendekati peserta didik dan mempermudah pelaksanaan
pendidikan Islam itu sendiri. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung pasti
akan didukung oleh metode dan pendekatan pembelajaran, karena dalam
pembelajaran, apabila sudah menggunakan kedua sistem diatas maka
komponen-komponen pendidikan akan berjalan dengan baik, khususnya pendidikan
Islam baik secara efektif dan efisien.
Dalam
pembelajaran metode dan pendekatan tidak bisa dipisahkan karena kedua unsur ini
merupakan alat dan cara yang digunakan untuk menunjang kelancaran pendidikan. Dalam
praktek dilapangan, masalah yang selalu menghantui pikiran kita adalah dapatkah
metode-metode pengajaran yang ada diterapkan atau dijadikan sebagai alat bantu
untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan ajaran islam.
Kunci utama pendidik
dalam mencapai cita-cita yang dinginkan harus bekerja keras untuk hal yang demikian.
Kerja keras itu harus didukung dengan kompetensi yang dimiliki oleh seorang
pendidik. Jika seorang pendidik tidak memiliki kompetensi dalam bidang
pendidikan, maka bisa dipastikan peserta didik tidak akan dapat mencapai
cita-citanya, begitupun dengan dunia pendidikan tidak akan mencapai tujuan yang
diharapkan, yaitu menjadikan peserta didik menjadi insan kamil.
Tentunya
seorang pendidik harus memiliki metode atau cara yang tepat dalam mewujudkan
itu semua. Oleh karena itu untuk mengukur sampai dimana efektifitas pendekatan
dan metode dalam pencapaian tujuan pendidikan sesuai ajaran islam, kita akan
membahas makalah mengenai Pendekatan dan
Metode Pendidikan menurut Islam dan Umum.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pendekatan Pendidikan dan Landasannya
Pendekatan
Pendidikan menurut Umum dalam bahasa inggrisnya adalah approach mempunyai arti a way of dealing with
something (sebuah jalan
untuk melaksanakan sesuatu). Pendekatan
merupakan cara umum dalam memandang permasalahan atau
objek kajian.
Pendekatan ( approach ) juga merupakan pandangan falsafi terhadap
subject-matter yang harus diajarkan dan selanjutnya melahirkan metode mengajar.[1]
Sehingga pendekatan pembelajaran
dapat diartikan sebagai
seperangkat asumsi atau pandangan guru tentang hakikat bahasa yang diajarkan
kepada siswa dalam suatu proses interaksi belajar-mengajar di kelas yang
difasilitasi guru dengan baik yang mencakup materi, metode, media,
dan evauasi, sehingga pencapaian tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Pendekatan Pendidikan menurut
Islam, menurut Muhammad Athiyah Al-Abrasyi adalah mempersiapkan manusia supaya
hidup dengan sempurna dan berbahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya,
sempurna budi pekertinya (akhlaknya), teratur pikirannya, halus perasaannya,
mahir dalam pekerjaanya, manis tutur katanya, baik dengan lisan maupun tulisan
berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada
ajaran Islam.
B. Jenis-jenis pendekatan
pendidikan
v Jenis-jenis Pendekatan Pendidikan menurut Umum
·
Pendekatan individual
Merupakan
pendekatan yang mempunyai arti sangat penting dalam proses pembelajaran dalam
pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual, karena pendeketan
ini berorientasi pada aspek perbedaan individual baik berdasarkan
kompetensi,minat, dan perhatian.
·
Pendekatan kelompok
pendekatan kelompok diperelukan dan digunakan untuk membina dan mengembangkan
sikap sosial anak didik karena hal ini disadari bahwa anak didik adalah makhlik
homo socius, yaitu makhlik yang berkecendrungan untuk hidup bersama.
·
Pendekatan bervariasi
Merupakam
permasalahan yang dihadapi oleh setiapo anak didik yang bervariasu maka
membutuhkan pendekatan yang bervariasi pula, Karena guru tidak bisa menggunakan
tekhnik pemecahan yang sama untuk memecahkan permasalahn yang lain.
·
Pendekatan edukatif
Merupakan
pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru yang tindakan dan sikap dengan
tujuan untuk mendidik.
·
Pendekatan keagamaan
Pendekatan
ini memandang bahwa ajaran Islam yang bersumberkan kitab suci A1 Quran dan
sunnah Nabi menjadi sumber impirasi dan motivasi pendidikan Islam.
·
Pendekatan Kebermaknaan
Pendekatan
yang salah satu alternatifnya ke arah pemecahan masalah tersebut dan
diajukanlah pendekatan baru, yaitu pendekatan kebermaknaan.
Allah SWT telah memberi petunjuk bagaimana agar manusia yang diciptakan
sebagai rnakhluk yang memiliki struktur dan kontur psychis dan fisik yang
paling sempuma dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya, dapat berkembang ke
arah pola kehidupan yang bertaqwa kepada khalik-Nya, tidak menyimpang ke jalan keludupan
yang ingkar kepada-Nya.[2]
v Jenis-jenis Pendekatan Pendidikan menurut Islam
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pendidikan
menurut Islam.
Pendekatan yang bersifat multi approach yang
pelaksanaannya meliputi hal-hal sebagai berikut (Basuki dan Ulum,2007: 141) :
·
Pendekatan
Religius
Pendidikan yang
menitik beratkan kepada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang berjiwa
religius dengan bakat-bakat keagamaan.
·
Pendekatan filosofis
Pendekatan yang
memandang bahwa manusia adalah makhluk rasional atau berakal pikiran, sehingga
yang menyangkut pengembangannya didasarkan pada sejauh mana kemampuan
pikirannya dapat dikembangkan sampai pada titik maksimal perkembangannya.
·
Pendekatan
Sosio kultural
Pendekatan
yang bertumpu pada pandangan bahwa manusia adalah makhluk bermasyarakat dan
berkebudayaan sehingga dipandang sebagai homo sosialis dan homo legatus dalam
kehidupan bermasyarakat dan berkebudayaan.
·
Pendekatan
Scientific
Pendekatan ini
menitik beratkan pandangan bahwa manusia memiliki kemampuan menciptakan
(kognitif), berkemauan dan merasa (emosional atau afektif).[3]
C.
Pengertian Metode Pendidikan dan Landasannya
1.
Pengertian Metode Pendidikan
menurut Umum
Metode berasal dari bahasa Yunani “ Metha”
yang artinya dibalik atau dibelakang, “Hodos” yang artinya melalui. Dalam
bahasa Arab “Thariqah” yang artinya jalan. Sehingga dapat diartikan cara atau
jalan yang di tempuh untuk mencapai
tujuan. Pembelajaran berasal dari kata “Intruction” yang berarti menyampaikan
pikiran. [4]
Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimpelentasikan rencana yang
sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai
secara optimal. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat
tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu
strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melauli penggunaan
metode pembelajaran.
Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara atau seperangkat
cara atau jalan yang dilakukan, ditempuh guru secara sistematis melakukan upaya
pembelajaran yang telah diolah sehingga menjadi milik peserta didik. Metode
Pembelajaran dapat diartikan pula sebagai prinsip-prinsip yang mendasari
kegiatan mengarahkan perkembangan khususnya proses belajar mengajar. Menurut
Abudinata “Metode Pembelajaran adalah bagian keterampilan yang harus dikuasai
oleh seorang guru yang propesional (Nata 2003:274)”.[5]
2.
Pengertian Metode Pendidikan
menurut Islam
Menurut Mastuhu “Metode Pendidikan menurut ajaran Islam yang berjalan
saat ini masih sebatas pada sosialisai nilai dengan pendekatan hafalan.
Sehingga dapat diartikan Metode Pendidikan menurut Islam sebagai cara yang
digunakan oleh Pendidik untuk mewariskan sejumlah materi ajar yang disampaikan
kepada peserta didik secara kritis, mengoreksi, mengevaluasikan dan
mengomentari sesuai dengan ajaran agama Islam.
3. Landasan
Metode Pendidikan menurut Islam
Al-Qur’an surat Luqman ayat: 12-19 yang berbunyi:
وَلَقَدْ اَتَيْنَا لُقْمَنَ اْلحِكْمَةَ اَنِ شٌكرللهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِ
نٌمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَ اللهَ غَنِيٌ حَمِيْ0 وَاِذْ قَا لَ لُقْمَنَ لابْنَيهَ
وَهُوَيَعِظُهُ يَبُنَيَ لا تُشْرِكْ ِبا للهِ اِنَ شِرْكَ لَظُلْمٌ
عَظِيْمٌ0 وَوَصَيْنَاِ الاءِنْسَانَ بِوَلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ اُمُهُ وَهْنًا
عَلَ وَهْنٍ وَفِصَا لُهُ فِى عَا مَيْنِ عَنِ ا شْكُرْ لِي وَلِوَ لِدَيْك
اءِلَيَ المَصِيْر0واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك به علم فلا تطعهما وصا
حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتم تعملون
0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى
الارض يات بها الله ان الله لطيف خبير0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه
عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم الامر0ولاتصعر خدك للناس ولا تمش
فى الارض مرحا ان الله لايحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من
صوتك ان انكرالاصوة لصوت الحمير
“Dan sesungguhnya telah kami
berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah, dan barang siapa
bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri,
dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya allah maha kaya dan
maha terpuji
Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan
pelajaran kepadanya: Hai anaku, janganlah kamu mempersekutukan allah,
sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.
Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu
bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah
dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu
bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksakan untuk
mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka
janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan
baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya
kepada-Kulah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan.
(Luqman berkata): Hai anaku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan)
seberat biji sawi, dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya
allah akan mendatangkanya (membalasnya). Sesungguhnya allah maha halus lagi
maha mengetahui”.
Hai anaku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik
dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa
yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang
diwajibkan (oleh Allah).
Dan Nabi Muhammad SAW. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara
mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut:
مرو ا الصبي با لصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه
عليها
“Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah
berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan
sembahyang itu maka pukul ia.”
(HR.
Tirmizi)
D.
Macam-macam
metode pendidikan
v Macam-macam
Metode Pendidikan menurut Umum
a. Metode
ceramah
Metode
ceramah adalah suatu metode didalam pendidikan dimana cara menyampaikan
pengertian-pengertian materi kepada peserta didik dengan jalan penerangan dan
penuturan secara lisan. Metode ceramah juga bisa diartikan sebuah bentuk
interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan oleh seseorang terhadap
kelompok pendengar, dalam pelaksanaannya sebuah interaksi dalam penuturannya
misalnya penceramah dalam mempergunakan alat bantu untuk menjelaskan uraiannya,
tetapi alat utama perhubungan dengan kelompok pendengar adalah bahas lisan.
b. Metode
diskusi
Metode
diskusi adalah suatu cara penyajian/ penyampaian bahan pelajaran dimana guru
memberikan kesempatan kepada siswa/ kelompok siswa untuk mengadakan pembicaraan
ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai
alternative pemecahan atas suatu masalah. Forum diskusi bisa diikuti oleh semua
siswa didalam kelas, juga dapat dibentuk kelompok kelompk diskusi lebih kecil.
Yang perlu diperhatikan adalah hendaknya para siswa dapat berpartisipasi aktif
di dalam setiap forum diskusi. Semakin banyak siswa terlibat dan menyumbangkan
pikirannya, maka semakin banyak pula yang dapat mereka pelajari.
c. Metode
demonstrasi dan eksperimen
Metode
demonstrasi adalah salah satu metode untuk membelajarkan siswa untuk melihat
apa yang dikerjakan oleh guru. Jadi demonstrasi adalah cara mengajar guru
dengan menunjukan atau memperlihatkan suatu proses sehingga siswa dapat
melihat, mengamati, mendengar, meraba, dan merasakan proses yang dipertunjukkan
oleh guru. Metode eksperimen adalah metode pengajaran dimana guru dan murid
bersama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari pada yang
diketahui.
d. Metode
Tanya jawab
Metode
Tanya jawab adalah penyampaian proses pengajaran dengan cara mengajukan
pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban, atau sebaliknya siswa
diberi kesempatan bertanya dan guru yang menjawab pertanyaanya.
e. Metode
pemberian tugas.
Metode
pemberian tugas (resitasi) sering disebut metode pekerjaan rumah, adalah metode
dimana murid/ siswa diberi tugas khusus diluar jam pelajaran. Sebenarnya
penekanan metode ini terletak pada jam pelajaran berlangsung, dimana siswa
disuruh untuk mencari informasi atau fakta berupa data yang dapat ditemukan di
laboratorium, perp[ustakaan, pusat sumber belajar dan lain-lain.
f. Metode
Microteaching
Merupakan
suatu latihan mengajar permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan
dan audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan teman-teman
setingkat sendiri atau sekelompok siswa dibawah bimbingan dosen pembimbing atau
guru pamong.
g. Metode
permainan
Merupakan
suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan yang
berupa teka-teki, papan bergambar, kotak rahasia atau kartu gambar yang dibuat
oleh siswa atau guru.
h. Metode
Latihan
Merupakan
metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memniliki
ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apad yang telah dipelajari.[6]
v Macam-macam
Metode Pendidikan menurut Islam
Dalam
Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW. Dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang
sangat menyentuh perasaan, mendidik jiwa dan membangkitkan semangat.
Macam-macam metodenya
antara lain:
a. Metode
Hiwar ( Percakapan ) Qurani dan Nabawi
Hiwar adalah percakapan silih
berganti antar dua pihak atau lebih melalui tanya jawab mengenai suatu topik
dan dengan sengaja diarahkan kepada satu tujuan yang dikehendaki (dalam hal ini
guru). Hiwar mempunyai dampak yang dalam bagi pembicara maupun
pendengar pembicaraan tersebut, antara lain:
·
Permasalah di sajikan
secara dinamis
·
Pembaca atau pendengar
tertarik untuk terus mengikuti jalannya percakapan itu dengan maksud dapat
mengetahui kesimpulannya.
·
Hiwar itu mungkin
membangkitkan berbagai perasaan dan kesan seseorang
·
Topik yag bersangkutan
disajikan secara relistis dan manusiawi.
Didalam
Al-Quran dan sunnah terdapat bentuk hiwar antara lain:
1.
Hiwar khithabi atau
ta’abbudi (percakapan pengabdian)
2.
Hiwar washfi
(percakapan deskriptif)
3.
Hiwar qishashi (percakapan
berkisah)
4.
Hiwar jadali
(percakapan dialektis)
5.
Hiwar nabawi.
b. Metode
kisah-kisah Qurani dan Nabawi
Dalam pendidikan islam,
terutama pendidikan agama kisah sebagai metode yang amat penting, karena :
1.
kisah selalu memikat
karena mungundang pendengar/ pembaca untuk selalu mengikuti kisahnya dan
merenungkan maknanya.
2.
Kisah quroni dan nabawi
dapat menyentuh hati manusia karena kisah itu menampilkan tokoh yang konteksnya
yang menyeluruh
3.
Kisah quroni dan nabawi
mendidik perasaan keimanan , kisah qurani bukan hanya semata kisah atau
semata-mata karya seni yang indah, ia juga suatu cara Tuhan mendidik umat agar
beriman kepadaNya.
Kisah Qur’ani bertujuan:
·
Mengungkapkan kemantapan
wahyu dan risalah.
·
Menjelaskan bahwa
keseluruhan agama itu datangnya dari Allah SWT.
·
Menjelaskan bahwa Allah
menolong dan mencintai Rasul-Nya, dan kaum mukmin adalah umat yang satu dan
Alllah adalah Tuhan bagi mereka.
·
Menguatkan keimanan kaum
muslimin dan menghibur mereka dari musibah yang menimpa.
·
Mengingatkan bahwa musuh
orang mukmin adalah setan.
Kisah Nabawi menjelaskan tentang pentingnya
keikhlasan dalam beramal, menganjurkan bersedekah, dan mensyukuri nikmat Allah
SWT. Kedua kisah ini dapat menyentuh hati manusia karena kisah itu menampilkan
tokoh dalam konteksnya yang menyeluruh, sehingga pebdengar dan pembaca ikut
menghayati dan merasakan isi kisah tersebut.
c.
Metode Amtsal (perumpamaan)
Quroni dan Nabawi
Dalam surat Al-ankabut
ayat 41, Allah mengumpamakan sesembahan atau Tuhan orang kafir dengan sarang
laba-laba :
“perumpamaan
orang yang berlindung kepada selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat
rumah, padahal rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba”.
d.
Mendidik dengan memberi
teladanan
Dalam
al-Qur’an kata teladan disamakan pada kata Uswah yang kemdian
diberikan sifat dibelakangnya seperti sifat hasanah yang berarti
baik. Sehingga dapat terungkapkan menjadi Uswatun Hasanahyang berarti
teladan yang baik. Kata uswah dalam al-Qur’an diulang sebanyak enam
kali dengan mengambil contoh Rasullullah SAW, Nabi Ibrahim dan kaum yang
beriman teguh kepada Allah. Firman Allah SWT dalam surat al-Ahzab :
“Sesungguhnya telah ada
pada ( diri) Rasullullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bago orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah”. (Q.S.al-Ahzab:(33):
21).
Muhammad
Quthb, misalnya mengisyaratkan bahwa di dalam diri Nabi Muhammad, Allah
menyusun suatu bentuk sempurna metodologi Islam, suatu bentuk yang hidup dan
abadi sepanjang sejarah masih berlangsung. Metode ini dinggap sangat penting
karena aspek agama yang trpenting adalah akhlak yang termasuk dalam kawasan aktif
yang terwujud dalam tingkah laku(behavioral).
e.
Metode pembiasaan diri
dan pengamalan
Inti pembiasaan adalah pengulangan. Sesuatu jika dilakukan
dengan berulang ulang maka akan menjadi kebiasaan baik itu hal yang buruk
maupun yang baik. Hal ini bisa dimulai sejak dini untuk pembentukan manusia
dewasa. Orang yang terbiasa dapat mengalahkan orang yang lebih mengetahui
tetapi kurang terbiasa, hal ini sering digunakan dalam materi hafalan.
Uraian tentang pembiasaan selalu
menjadi satu dengan uraian tentang perlunya mengamalkan kebaikan yang telah
diketahuai. Pembiasaan pada dasarnya pada pengalaman. Sehingga pada intinya
adalah pengulangan. Contoh saja setiap masuk kelas mengucapkan salam.
f.
Metode
‘ibrah dan mau’idhah
Ibrah dan ialah suatu
kondisi yang memungkinkan orang sampai dari pengetahuan yang konkrit kepada
pengetahuan yang abstrak. Maksudnya adalah perenungan dan tafakur.
Sedang mau’idhah adalah nasihat yang lembut yang diterima oleh hati
dengan cara menjelaskan pahala atau ancamannya.
g.
Metode targhib dan
tarhib
Targhib adalah janji yang disertai dengan bujukan dan membuat senang terhadap
sesuatu maslahat, kenikmatan, atau kesenangan akhirat yang pasti dan baik,
serta bersih dari segala kotoran yang kemudian diteruskan dengan menggunakan
amal shaleh dan menjauhi kenikmatan selintas yang mengandung bahaya atau
perbuatan yang buruk.
Sedangkan Tarhib adalah ancaman dan
siksaan sebagai akibat melakukan dosa atau kesalahan yang dilarang oleh Allah,
atau akibat lengah dalam menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah.
Didalam Al-quran Allah swt berfirman:
“Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan mendatangi neraka itu.
Hal itu bagi Rabb-mu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian
kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang
yang dhalim didalam neraka dalam keadaan berlutut”.
(Q.S.19 Maryam :71-72) [7]
[1] Moh. Haitami Salim, Studi Ilmu Pendidikan Islam, ( Ar-Ruzz
Media:Jogjakarta, 2012 ), hal 210
[2] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan
Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 147-154
[3] Moh. Haitami Salim, Studi Ilmu Pendidikan Islam, ( Ar-Ruzz
Media:Jogjakarta, 2012 ), hal 214
[4] Soleha dan Rada, Ilmu Pendidikan Islam,(Alfabeta:Bandung,2012), hal
106
[5] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan
Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 157
[6] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan
Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 157-173
[7] Abdurrahman an-Nahlawi,Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam,(CV Diponogoro:Bandung,1989),hal
283-285






