5 HAL YANG PERLU DIKETAHUI MAHASISWA AGAR SUKSES MEMBUAT SKRIPSI
Setelah menjalani kuliah selama 3.5 s/d 4 tahun, mengerjakan skripsi adalah saat seorang mahasiswa
bekerja secara mandiri. Sudah tidak ada lagi
kelas, tidak ada lagi ketentuan absen. Mengerjakan atau tidak, sepenuhnya di
tangan mahasiswa. Mau lulus semester ini atau semester depan, akan ditentukan
dengan seberapa tekun mahasiswa mengerjakan skripsinya. Wow. Betapa besar tanggung jawab seorang mahasiswa
skripsi! Untuk membantu sang mahasiswa skripsi dalam mengerjakan skripsi tepat
waktu, berikut ini ada 5 hal yang perlu diketahui (dan dilakukan!) oleh
mahasiswa skripsi.
5 hal ini mungkin tidak
dipelajari di kelas sewaktu kuliah lho… Yuk kita simak!
1. Tentukan target yang SMART
Bukan hal baru bahwa seseorang
dengan target akan lebih terdorong mencapai tujuannya. Kalau tidak percaya,
baca saja riset-riset tentang tentang goal settting dan goal orientation yang dilakukan oleh Zimmerman, Bandura, Martinez-Pons (1992); Suprayogi dan Valcke (2014). Oleh karena itulah, kalau
kamu ingin punya dorongan mencapai tujuanmu, ada baiknya menentukan target
terkait skripsi. Buat target kamu dengan spesifik (S), terukur (M: measurable), dapat tercapai (A: attainable), realistik (R) dan memiliki batas waktu
(T: time-bound). Contoh target spesifik dan memiliki batas
waktu: lulus dalam waktu 6 bulan sejak mulai mengerjakan skripsi, dengan IPK
3.5, dan nilai skripsi A. Target ini juga terukur, ada nilai IPK dan skripsi
tertentu yang ingin dicapai. Nah, target ini menjadi realistik kalau: IPKmu
sekarang sudah mencapai 3.41 atau 3.48. FYI: kenaikan IPK jika nilai skripsi A, akan menambah sekitar 0,1 ke
IPK. WOW! Sedikit ya? Kalau nilai skripsi B, bisa
jadi IPK tidak bertambah. Kalau C? Malah IPK kamu bisa turun sekitar 0.01!. [Bagi
adik-adik mahasiswa semester 1: perjuangkan IPK sejak dini.]
Kalau IPK sekarang masih 3,
tentu tidak realistik ingin lulus dalam waktu 6 bulan dan ingin IPK 3.5 [Untuk adik-adik semester 1, kalian bisa juga buat target semacam
ini sejak dini, lho!]. Kalau kalian
masih semester 5 dan ingin punya target di atas, hal ini
juga tidak mungkin tercapai, karena saat ini peraturan di Univ (Kampus) mengharuskan mahasiswa mengikuti perkuliahan dan magang sampai semester
7, baru bisa mengambil skripsi di semester 8. Sudah jelas kan, tentang maksud
dari target yang SMART ini?
2. Buat Timeline
Setelah memiliki target yang
SMART, sekarang waktunya kamu memecahkan target besar tersebut menjadi target
yang lebih kecil. Setelah itu, kamu bisa membuat timeline, rencana mengerjakan agar bisa mencapai
target tersebut. Kamu bisa menghitung mundur dari tanggal pengumpulan skripsi,
hingga tanggal hari ini. Contoh:
Tanggal/Bulan
|
Target
|
Keterangan
|
10 Juli 2020
|
Mengumpulkan berkas skripsi ke LIM
(Layanan Informasi Mahasiswa) a.k.a SSC (Student Service Center).
|
Sesuaikan format dengan buku panduan skripsi dan kalender registrasi.
|
8 Juli 2020
|
Print dan dapat tandatangan
persetujuan dosen pembimbing.
|
|
7 Juli 2020
|
Dapat tandatangan surat survey
dari Kajur.
|
|
5 Juli 2020
|
Bimbingan Bab 5
|
|
1 Juli 2020
|
Selesai menulis Bab 5
|
|
20 Juni 2020
|
Selesai revisi Bab 4
|
|
10 Juni 2020
|
Bimbingan Bab 4
|
|
7 Juni 2018
|
Selesai menulis Bab 4
|
|
1 Juni 2020
|
Selesai mengolah data
|
|
30 Mei 2020
|
Selesai mengumpulkan data sebanyak
300 responden
|
|
7 Mei 2020
|
Selesai buat kuesioner.
Mulai
pengumpulan data
|
|
30 April 2020
|
Selesai revisi feedback Bab 1-3
dari prasidang
|
|
18 – 25 April 2020
|
Prasidang skripsi
|
Penting: siapkan PPT dan dresscode!
|
1 April 2020
|
Kumpul berkas prasidang [Bab 1-3
dan blue print alat ukur]
|
Penting: minta tanda tangan
persetujuan pembimbing.
|
30 Maret 2020
|
Selesai revisi Bab 3
|
|
22 Maret 2020
|
Bimbingan Bab 3
|
|
15 Maret 2020
|
Kumpul Bab 3 ke dosen pembimbing
|
|
7 Maret 2018
|
Selesai revisi Bab 2
|
|
1 Maret 2018
|
Bimbingan Bab 2
|
|
22 Februari 2018
|
Kumpul Bab 2 ke dosen pembimbing
|
|
15 Februari 2018
|
Selesai revisi Bab 1
|
|
7 Februari 2018
|
Bimbingan Bab 1
|
Pada pertemuan bimbingan pertama,
jangan lupa bawa form Penunjukkan Dosen Pembimbing
Skripsi untuk ditandatangani oleh pembimbing skripsi.
Form ini bisa
diminta di jurusan Psikologi (dengan Bu Lisa).
|
5 Februari 2018
|
Kumpul draft proposal Bab 1-3 ke
dosen pembimbing
|
Kalau kamu sudah bimbingan sebelum
mengumpulkan draft proposal, biasanya fase ini sudah dilakukan sebelum
mendapatkan dosen pembimbing skripsi.
|
Tanggal-tanggal di atas hanya sekedar ilustrasi. Untuk ketepatan dengan jadwal asli, silakan cek Buku Panduan Skripsi atau PPT Briefing skripsi.
Pesan: jadilah mahasiswa mandiri,
hindari sedikit-sedikit bertanya tentang format skripsi ke dosen
pembimbing/jurusan. Percayalah, mereka (setidaknya saya) akan
meminta kalian untuk membaca buku panduan skripsi terlebih dahulu kalau kalian
menanyakan pertanyaan teknis.
Dalam membuat jadwal, perlu
mengingat bahwa dosen pembimbing skripsi adalah
manusia biasa (bukan Superman atau Wonder Woman). Mereka
butuh waktu untuk membaca tulisan mahasiswa. Apalagi kalau sang dosen
membimbing 6-8 mahasiswa dalam 1 semester. Berarti ada 6-8 berkas yang harus
dibaca dan review sebelum bimbingan.
Jadi, berikan waktu setidaknya 1 minggu antara
pengumpulan berkas dengan bimbingan. Setelah
bimbingan, biasanya kamu akan mendapatkan saran untuk revisi. Nah, usahakan
mengerjakan revisi segera setelah bimbingan. Biasakan diri menyelesaikan revisi
maksimal 1 minggu setelah bimbingan. Jadwal di atas disusun dengan pertimbangan
yang ideal, hanya 1 kali revisi untuk setiap Bab, langsung disetujui
pembimbing. Nah, pada kenyataannya, tiap pembimbing punya standar dan gaya
kerja yang berbeda-beda. Pastikan kamu membahas timeline
yang kamu rancang dan menyesuaikan dengan gaya kerja, dan jadwal dosen
pembimbing.
3. Pilih Topik yang Disukai
Nah, gimana, sudah terbayangkah padatnya jadwal mengerjakan
skripsi? Supaya kamu tetap semangat dan tidak bosan dalam pengerjaan skripsi,
sangat disarankan untuk memilih topik yang kamu sukai. Kalau masih bingung
topik apa saja yang bisa dijadikan skripsi, bisa saja mulai dari mengintip
topik-topik penelitian dosen. Siapa tahu ada topik yang membuat kamu
terinspirasi, sekaligus kamu jadi tahu kira-kira siapa dosen yang cocok
membimbing di topik tersebut.
4. Manfaatkan Teknologi
Dengan kemajuan teknologi, ada beberapa
aplikasi yang bisa membantu mempermudah hidupmu dalam melakukan kedua hal
tersebut. Aplikasi tersebut adalah reference manager,
atau aplikasi yang bertujuan mengatur pengelompokan jurnal yang kamu kumpulkan
dan baca. Juga berfungsi membuat kutipan secara otomatis. Yap, kamu bisa
menghemat banyak waktu menuliskan kutipan kalau tahu cara menggunakan
aplikasi reference manager! Ada beberapa aplikasi reference
manager yang tersedia, seperti EndNote, Zotero , Refworks dan Mendeley.
Pesan: Kalau kalian butuh bimbingan jangan
ragu menghubungi saya.
Penggunaan teknologi lainnya
ialah dalam penelusuran jurnal. Pastikan kamu
mengetahui portal-portal tempat peneliti biasa mempublikasikan hasil penelitian
mereka. Beberapa portal bahkan menyediakan artikel jurnal gratis. Contoh-contoh
portal pencarian jurnal yang bisa kamu coba: google scholar, research gate, academia Khusus
jurnal Indonesia bisa dicari di: portal garuda. Berhubung portal tersebut
gratis dan berisi berbagai macam tulisan, maka tidak semua artikel jurnal yang
dapat diunduh merupakan artikel yang berkualitas. Perhatikan jurnal yang
menerbitkan artikel tersebut dan lihat juga impact factor dari jurnal tersebut. Tentu
kalian ingin menulis skripsi yang berkualitas, bukan? Maka perlu sekali mengutip sumber yang berkualitas pula.
5 Jalin Komunikasi dengan Dosen
Pembimbing
Setelah canggih membuat target,
bisa membuat timeline, sudah memilih topik yang
disukai, dan canggih menggunakan teknologi, saatnya memulai proses bimbingan
dengan dosen pembimbing. Sekali lagi, dosen juga manusia.
Layaknya manusia, dosen memiliki ciri kepribadian, gaya komunikasi dan
kesibukan yang berbeda-beda. Jadi, gaya komunikasi dengan dosen pembimbing bisa
kamu sesuaikan dengan dosen yang bersangkutan. Coba amati: Apakah sang dosen pembimbing lebih suka dihubungi via pesan teks
atau telepon? Kalau dosen tersebut prefer pesan teks, kira-kira apa aplikasi
yang lebih disukai? Apakah sang dosen bersedia dibuatkan grup whatsapp/LINE
untuk mahasiswa bimbingannya? Hari apa saja ia memiliki jadwal mengajar di
KAMPUS?
Meskipun tiap dosen
berbeda-beda, akan tetapi pada dasarnya dosen menyukai dan menghargai mahasiswa
yang sopan santun dalam berkomunikasi. Bagaimana caranya supaya santun? Coba simak
“Pedoman Sopan Santun dalam Berkomunikasi" coba
bicarakan juga mengenai target dan timeline yang
sudah kamu buat. Agar sang dosen juga bisa memberikan saran sesuai ketersediaan
jadwalnya. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, biasanya dosen
pembimbing akan menetapkan satu hari per Minggu yang dijadikan sebagai hari/jam
bimbingan. Ada baiknya kalau kamu tahu sejak awal mengenai hal ini, jadi bisa
mengosongkan jadwal untuk bimbingan di hari tersebut. Akan tetapi, ada saja
dosen yang memiliki banyak kegiatan, sehingga jadwal bimbingan akan disesuaikan
dengan waktu beliau. Dalam kasus seperti ini, pastikan kamu sudah membina
komunikasi yang baik sehingga tidak sungkan menanyakan kesediaan waktu beliau.
=======================================================================
Demikian 5 hal yang perlu
diketahui mahasiswa yang siap membuat skripsi: tentukan target yang SMART,
buat timeline, pilih topik yang disukai,
manfaatkan teknologi dan jaga komunikasi dengan pembimbing.
Buat kalian yang baru mulai
mengerjakan skripsi, semoga top tips ini membantu ya! Sesungguhnya tips di atas
hanya akan membantu dan membuahkan hasil kalau dilakukan dengan konsisten. Bagaimana, sudah siap mulai mengerjakan
skripsi? Kalau pembaca (dosen, alumni, mahasiswa skripsi) punya tips lain yang
perlu diketahui dan dikerjakan oleh mahasiswa, yuk mari berbagi di kolom
komentar. Semangat!














