About

Subscribe

Saturday, April 11, 2020

Cara Menulis Kutipan yang Benar

Cara Menulis Kutipan yang Benar

Cara Menulis Kutipan yang Benar


Dalam membuat sebuah karya tulis, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah cara menulis kutipan.
Jangan sampai keliru antara penulisan kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
Kenapa penulisan kutipan itu penting?
Tentunya untuk memperkuat argumen yang ada di dalam karya tulismu.
Di sini, kamu akan belajar tentang penulisan kutipan yang baik dan benar agar karya tulismu semakin kredibel.
Apa saja yang akan dipelajari?
Yang akan kamu pelajari antara lain adalah:
Yang akan kamu pelajari antara lain adalah:
·         Pengertian Kutipan
·         Prinsip Mengutip
·         Kutipan Langsung
·         Kutipan Tidak Langsung
·         Cara Mengutip Kutipan yang Dikutip, dan
·         Cara Mengutip dari Internet
Langsung saja, simak penjelasannya berikut ini!
Pengertian Kutipan
Kutipan merupakan pinjaman pendapat atau kalimat yang diambil dari seseorang, baik berupa tulisan atau lisan yang bertujuan untuk memperkokoh argumentasi di sebuah karya tulis.
Selain digunakan untuk memperkuat argumen, kutipan juga bisa dijadikan sebagai landasan teori, penjelasan suatu uraian, atau sebagai bukti untuk menunjang sebuah pendapat.
Dalam mengutip, seorang penulis tidak boleh asal-asalan dalam menuliskannya.
Terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah kutipan.
Apa saja hal tersebut?
Hal yang harus diperhatikan dalam Mengutip
·       Penulis harus mempertimbangkan bahwa kutipan tersebut diperlukan
·  Penulis harus bertanggung jawab secara penuh terhadap ketepatan kutipan
·  Penulis harus mempertimbangkan jenis kutipan, entah itu kutipan langsung atau kutipan tidak langsung
·         Jangan terlalu banyak menggunakan kutipan langsung
Nah, berkaitan dengan jenis kutipan, terdapat 2 jenis yang umumnya digunakan yaitu kutipan langsung dan tidak langsung.
Apa perbedaannya?
Simak penjelasannya berikut ini!
Jenis Kutipan
Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan kutipan yang diambil secara identik atau sama persis dari sumber aslinya.
Kutipan langsung dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis.
2 di antaranya adalah kutipan langsung yang kurang dari 4 baris dan kutipan langsung yang lebih dari 4 baris.
Cara Menulis Kutipan Langsung < 4 Baris
·         Kalimat kutipan harus diintegrasikan dengan teks
·         Jarak antar baris kutipan adalah 2 spasi
·         Kutipan diapit dengan tanda kutip/petik dua (“…”)
·         Setelah kutipan, tulis sumber yang berupa nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman di dalam tanda kurung
Contoh:
“Dalam membuat sebuah karya ilmiah jenis penelitian, eksplorasi pustaka merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk mendapatkan kebenaran data yang ingin diteliti” (Agung Hermanto, 2009: 15-16).
atau bisa juga dengan menaruh sumber kutipan di depan seperti berikut ini:
Siswanto (1990:20) menegaskan, “keputusan ilmiah merupakan sebuah kemungkinan atau probabilitas, sehingga bukan suatu kebenaran yang mutlak”.
Cara Menulis Kutipan Langsung > 4 Baris
·         Penulisan kutipan dipisahkan dengan jarak 3 spasi dari teks
·         Jarak antar baris kutipan adalah 1 spasi
·         Kutipan boleh diapit dengan tanda kutip/petik dua (“…”) atau tidak
·         Setelah kutipan, diberi keterangan sumber
Contoh:
contoh kutipan lebih 4 baris


Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang mengambil inti sarinya saja, tanpa mengurangi makna sebenarnya.
Kamu dapat menulis kutipan jenis ini dengan cara meringkas/menyimpulkan suatu pendapat atau menulis inti sarinya dengan gaya bahasamu sendiri.
Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung
·         Kutipan diintegrasikan dengan teks
·         Jarak antar baris kutipan adalah spasi ganda
·         Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip/petik dua (“…”)
·         Setelah kutipan, ditulis sumber kutipan
Contoh:
Kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat (Michelle Doe, 2016: 27).
atau bisa juga dengan menyebutkan sumber di depan kutipan seperti berikut ini:
Michelle Doe (2016: 27) berpendapat bahwa kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat.
Nah, itu tadi merupakan 2 jenis kutipan yang paling sering digunakan dalam membuat karya tulis.
Namun, selain kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, ada beberapa jenis kutipan lain yang juga banyak digunakan.
Jenis kutipan tersebut merupakan kutipan dalam kutipan dan kutipan dari internet.
Bagaimana cara menggunakannya?
Cara Mengutip Kutipan yang Dikutip Orang Lain
Terkadang, seorang penulis ingin mengutip sebuah kutipan yang sebelumnya telah dikutip oleh seseorang.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyertakan nama pengarang aslinya kemudian diikuti dengan kata “dalam”.
Contoh:
Hendry (dalam Budianto, 2005: 17) menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses untuk melakukan perencanaan dan pengontrolan sumber daya agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Pada contoh di atas, Hendry merupakan pengarang kutipan asli yang pendapatnya dikutip oleh Budianto.
Cara Mengutip dari Internet
Jika kamu ingin mengutip sebuah pendapat yang bersumber dari internet, cara yang dilakukan tidak berbeda dengan mengutip dari buku ataupun jurnal.
Cukup tuliskan sumber yang berupa nama pengarang diikuti dengan tahun terbit artikel.
Bagaimana dengan judul artikel dan alamat websitenya?
Untuk judul artikel, alamat/URL, dan waktu akses bisa kamu cantumkan di dalam daftar pustaka saja.
Contoh:
Misal, kamu ingin mengutip sebuah artikel yang membahas tentang jumlah pengguna internet di Indonesia dari situs Kompas.
Maka, kamu bisa mengutip dengan cara seperti berikut:
Berdasarkan wilayah geografisnya, masyarakat Indonesia yang paling banyak menggunakan internet adalah yang berlokasi di Jawa, yang selanjutnya disusul oleh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku-Papua (Fatimah Kartini Bohang, 2018).
Cara Menulis Kutipan yang Benar
Kesimpulan
Dalam mengutip sebuah pendapat, seorang penulis harus bisa membedakan antara penulisan kutipan langsung dan tidak langsung.
Dengan adanya kutipan, sebuah karya tulis akan semakin bisa dipercaya karena sumber datanya jelas.
Pada prinsipnya, menulis kutipan berarti menambah daftar pustaka.
Kutipan berada satu teks dengan pembahasan, sedangkan daftar pustaka memiliki halaman tersendiri.
Semoga dengan mengetahui cara menulis kutipan, karya tulismu bisa menjadi semakin baik dan kredibel.
Sekian, semoga bermanfaat!

Wednesday, June 6, 2018

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Yang Baik dan benar

Contoh Penulisan Daftar Pustaka



Daftar Pustaka adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis. Daftar Pustaka ada pada semua jenis karya tulis ilmiah seperti buku, skripsi, makalah, artikel dan sebagainya. 


Penulisan Daftar Pustaka memiliki cara yang baku tetapi tidak mengikat, karena setiap sumber atau karya tulis yang digunakan biasanya beragam. Aturan yang biasanya digunakan sebagai berikut
1. Disusun berdasarkan urutan abjad berturut-turut dari atas ke bawah,
2. Susunannya tidak menggunakan urutan angka dan huruf
3. Jarak penyusunan antara sumber yang satu dengan yang lain biasanya menggunakan jarak spasi


Artikel Terkait : Contoh Proposal Skripsi Beserta Cara Membuatnya


Tujuan Penulisan Daftar Pustaka 

  • Ciri khas Karya Tulis Ilmiah.
  • Rujukan, Kajian atau Sumber Ilmu Pengetahuan terkait.
  • Memberikan Kepuasan Batin untuk Penulis, Penerbit dan Sebagainya.
  • Mengetahui kota atau tempat terbit.
  • Membangun Kepercayaan Pembaca.
  • Membantu Pembaca mencari bahan bacaan atau ilmu pengetahun terkait isi karya tulis.
Ada hal-hal yang harus diperhatikan urutan dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :

  • Nama penulis
  • Tahun Terbit
  • Judul Buku / Karya
  • Tempat Terbit
  • Nama Penerbit
Bila sudah mengetahui urutan dalam penulisan daftar pustaka, langkah selanjutnya adalah mengetahui tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis daftar pustaka yang baik :

  • Pada penulisan nama, tidak perlu dicantumkan gelar
  • Bagi penulis yang memiliki marga, maka marga tersebut harus ditulis paling depan. Apabila tidak terdapat nama marga, maka penulisan nama tersebut diakhir.
  • Penulisan judul buku atau karya ilmiah menggunakan font italic (cetak miring) pada setiap katanya.
  • Jarak antar sumber diberikan dua spasi.
  • Teknik penulisanya dibedakan tiap sumbernya, apakah dari internet, buku, jurnal atau karya ilmiah lainya. Karena sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah dalam undang-undang menulis daftar pustaka.
 Contoh Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Sumber Pustaka

1. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

Nama Pengarang (penulisan nama dibalik, misalnya Ali Shodiqin, maka menjadi Shodiqin, Ali). Tahun terbit. Judul buku. Tempat Terbit: Nama Penerbit

a. Contoh Penulisannya Sebagai Berikut:

Shodiqin, Ali. 2008. Antropologi Al-Qur'an: Model Dialektika Wahyu & Budaya. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Maulana, Ahmad. 2016. Mahir Menulis Artikel Ilmiah. Surabaya: Pustaka Al-Hikmah

Al-Anshari, Zakariyya bin Muhammad. 1997. Minhaj al-Thullab fi al-Fiqhi al-Imam al-Syafi'i. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyah
b. Contoh Penulisan Dengan Dua dan Tiga Pengarang :

Nasoetion, A.H., dan Ahmad Barizi. 2000. Metode Statistika. Jakarta: PT. Gramedia.

Sukanto, Rudi, Budi Mulya dan Rangga Sela. 1999. Business Forcasting. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Manajemen Informatika UGM.
c. Contoh Penulisan Tanpa Pengarang:

Depdiknas. 1999. Petunjuk Pelaksanaan dan Implementasi Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdiknas.
Divisi SDM. 2005. Company Profile. Jakarta: Citra Van Titipan Kilat.
d. Contoh Penulisan Buku terjermahan, Saduran, atau Sutingan

Wibowo, Herman (Penterjermah). 1993. Analisa Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Erlangga.

2. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Majalah

Budiharto, Widodo. 2004. Beralih ke Oracle 10g. Jakarta: Majalah Bisnis Komputer, No. 6 Thn. 04. (20 Juni-20 Juli 2004)
3. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Buletin

Granger, C.W.J. 1986. Developments in the study of Co-integrated Economic Variables. Oxford Bulletin of Economics and Statistics. Vol. 48:215-226.
4. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Jurnal

Insukindro dan Aliman. 1999. Pemilihan dan Fungsi Empirik: Studi Kasus Perminatan Uang Kartal Riil di Indonesia. Jakarta: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 14,No. 4:49-61.
5. Contoh Penulisan Dafatr Pustaka Dari Surat Kabar atau Koran

Purbo, Onno. 2005. Wireless RT RW Net dengan Wajan Bolik, VOIP. Jakarta:Media Indonesia. (25 Maret 2005)
Sumber lain menulis sebagai berikut:

Dimas 16 Desember, 2014. Hal-Hal Penting Dalam Penulisan Daftar Pustaka. Suara Merdaka, hlm 5 & 6.
6. Contoh Daftar Pustaka dari Artikel Internet

Raharjo, Budi. 2000. Implikasi Teknologi Informasi dan Internet Terhadap Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan: Siapkah Indonesia?. Diambil dari: www.budi.insan.co.id/articles/riau-it.doc. (30 September 2005)
atau 

Umar, Sunadi. 2016. Menulis Daftar Pustaka Yang Tepat. www.contohsurat123.com. Diakses pada 18 Maret 2016.
Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal Internet

William, Bates. 2000. Advancing Quality Through Additional Attention to Result. Chronicle. Vol. 1 number 11, January 2000. Diambil dari: http://www.chea.org/chronicle/vol.1/no.11/index.html. (20 Desember 2007)


7. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Kamus
David-Margaret, D.1992. Mentasy disorders and therir trearment. The New Encylopedia Britannica. Encylopedia Britannica 255: 750-758.

Contoh Surat Resmi dan Cara Membuatnya

Contoh Surat Resmi dan Cara Membuatnya

Contoh Surat Resmi dan Cara Membuatnya

Contoh Surat Resmi – Surat resmi biasanya banyak dipakai untuk keperluan instansi, organisasi, keperluan dinas, atau kepentingan antar perusahaan. Meski begitu surat resmi tidak harus selalu dibuat oleh kelompok, bisa juga dibuat oleh individu.
Contoh surat resmi yang dibuat oleh individu adalah surat lamaran kerja, atau surat pengunduran diri dimana cara penulisan surat tersebut menggunakan format surat resmi yang berlaku dan bahasa yang digunakan merupakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Surat ini dibuat dalam berbagai kegiatan resmi seperti di sekolah, dinas atau di berbagai instansi pemerintah.
Pada paragraf di atas dapat diambil kesimpulan bahwa surat resmi merupakan surat yang digunakan dalam berbagai urusan resmi baik secara personal, instansi atau organisasi. Surat resmi biasanya dibuat untuk menyampaikan informasi tertulis oleh satu pihak ke pihak yang lain.
Fungsi dari surat resmi biasanya mencakup lima hal berikut. Sebagai sarana pemberitahuan, buah pemikiran, permintaan, gagasan serta sebagai pedoman kerja. Meski saat ini sudah jarang digunakan dalam komunikasi pribadi karena sudah tergantikan dengan berbagai media lain yang lebih modern.
Tetapi untuk kegiatan yang bersifat formal tentu dibutuhkan komunikasi lewat surat, karena bila menggunakan ponsel tentu terlihat tidak profesional sehingga akan ditolak. Lalu bagaimana bila tidak bisa membuat surat resmi? Tenang saja kami akan memberikan cara membuat surat resmi lengkap dengan contohnya. Jadi baca sampai selesai ya.
Cara Membuat Surat Resmi
Contoh Surat Resmi dan Cara Membuatnya
Cara Membuat Surat Resmi – grupbelajar.cf

Setelah mengetahui pengertian dan kegunaan surat resmi sekarang saatnya masuk pada langkah-langkah membuat surat resmi yang baik dan benar. Surat resmi yang baik tentu harus memenuhi persyaratan dan juga ketentuan baku yang telah dibuat. Berikut ciri-ciri dari surat resmi yang baik.
  • Surat resmi yang baik bila dikeluarkan oleh suatu organisasi biasanya menggunakan kop surat.
  • Terdapat nomor pembuatan surat, lampiran dan juga perihal dibuatnya surat tersebut.
  • Menggunakan ragam bahasa resmi yang berlaku di negara tersebut.
  • Dibuka dan ditutup dengan menggunakan salam yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang.
  • Salah satu pertimbangan diakui atau tidaknya surat resmi adalah adanya cap atau stempel dari lembaga yang mengeluarkan surat tersebut. Bila tidak ada cap, maka surat tersebut akan diragukan keasliannya.
Bagian-bagian yang Ada Pada Surat Resmi
Contoh Surat Resmi dan Cara Membuatnya
Bagian Surat Resmi – grupbelajar.cf

Dalam membuat surat resmi harus mengikuti peraturan baku yang sudah ada. Dengan begitu surat yang telah dibuat bisa diterima oleh semua kalangan. Secara garis besar dalam sebuah surat biasanya memiliki format seperti bagian pembuka, isi surat dan terakhir adalah penutup. Berikut adalah bagian dari surat resmi.
Kepala atau Kop Surat Resmi
Dalam menulis surat resmi, keberadaan kop surat sangatlah penting. Adanya kop surat menunjukan dari lembaga mana surat tersebut berasal. Keberadaan kop surat merupakan suatu penegasan bahwa surat yang dikeluarkan tersebut merupakan surat resmi dari lembaga atau perusahaan yang mengeluarkan surat. Dalam sebuah kop surat setidaknya harus memiliki 5 bagian agar orang yang menerima surat mengetahui asal surat secara jelas. Kelima bagian kop surat tersebut adalah sebagai berikut.
1.    Nama lembaga, instansi atau perusahaan.
2.    Alamat Lengkap perusahaan, lembaga atau instansi.
3.    Kontak yang bisa dihubungi seperti nomor telpon, fak atau email.
4.    Kode Pos
5.    Logo dari lembaga, perusahaan, atau instansi.

Tidak semua kop surat menyertakan kelima bagian di atas karena berbagai alasan. Sedangkan untuk penulisannya biasanya menggunakan huruf kapital yang diperbesar dan dipertebal. Untuk penulisan kop surat umumnya menggunakan rata tengah, tetapi terkadang ada juga yang menggunakan rata kiri atau kanan.
Nomor Surat Resmi

Contoh Surat Resmi dan Cara Membuatnya
Contoh Penulisan Nomor Surat Resmi – grupbelajar.cf

Nomor surat pada surat resmi merupakan salah satu bagian yang memiliki fungsi sangat penting. Pada bagian ini tidak bisa dibuat sembarangan, karena setiap karakter yang ada pada nomor surat resmi memiliki makna dan arti. Orang yang telah lama berkecimpung dalam surat menyurat tentu sudah tahu benar bagaimana tata cara penulisan nomor surat dengan baik dan benar.
Lalu bagaimana orang yang baru belajar? Bagaimana menulis nomor surat? Berikut penjelasannya. Pada surat resmi terdapat beberapa bagian seperti nomor surat, kode surat serta bulan dan tahun pembuatan. Semua bagian tersebut memiliki fungsi yang sangat penting untuk bagian kearsipan. Setiap lembaga bebas untuk membuat kode sendiri dalam nomor surat. Berikut contoh nomor surat dan pembahasannya.
Nomor : A.001/Pan-Pel/AKB/I/2015
A = Merupakan kode surat internal (bisa digunakan untuk undangan anggota, atau surat apapun yang berkaitan dengan lembaga atau perusahaan) Sedangkan kode “B” bisa digunakan untuk pihak luar lembaga.
001 = Nomor ini merupakan nomor seri surat yang telah dikeluarkan. Misal untuk surat pertama yang dikeluarkan oleh lembaga, sedangkan untuk surat kedua bisa menggunakan kode “002”.
Pan-Pel = Artinya Panitia Pelaksana (jika surat itu khusus untuk sebuah kepanitiaan acara / kegiatan. Bila bagian yang ini bisa ada dan bisa ditiadakan. Kode jenis ini umumnya ada: Kongres; Musda; Rapat; Prop; dan sebagainya
AKB = Identitas organisasi / institusi
I = Bulan dibuatnya surat. Yang berarti bulan pertama menggunakan angka romawi.
2015 = Tahun surat itu di keluarkan.
Tempat dan Tanggal Surat
Tempat dan tanggal surat merupakan keterangan yang menjelaskan lokasi serta kapan ditulisnya surat tersebut. Tetapi apabila lokasi penulisan surat sudah dinyatakan pada kop surat, maka dalam hal ini tidak perlu ditulis kembali, cukup tangganya saja.
Lokasi penulisan tempat dan tanggal surat biasanya berada di pojok kanan atas sejajar dengan nomor surat. Nama tempat biasanya ditulis mendahului tanggal surat. Penulisan nama tempat dan tanggal dipisah dengan tanda koma dan diakhiri dengan tanda titik. Contoh : Bandung, 17 Agustus 2015.
Lampiran Surat
Lampiran surat merupakan suatu dokumen tambahan yang di lampirkan ke dokumen utama. Lampiran biasanya berisi dokumen pendukung yang menguatkan dokumen utama seperti foto kegiatan, laporan keuangan lebih mendetail dan lain sebagainya.
Alamat Surat
Banyak yang tidak terlalu memperhatikan penulisan alamat surat, sehingga banyak terjadi kekeliruan dalam penulisannya, khususnya dalam menulis alamat dalam surat resmi. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis alamat surat.
1.    Alamat surat biasa terdapat pada dua tempat yaitu di bagian sampul dan di awal surat.
2.    Alamat surat yang ditulis pada bagian sampul harus berisi alamat lengkap. sedangkan untuk alamat yang ditulis pada bagian surat biasanya tidak selengkap alamat yang ditulis di sampul.
3.    Penggunaan kata “kepada” tidak wajib digunakan karena sia-sia.
4.    Kata “Yang Terhormat” bisa disingkat dengan “Yth”
5.    Penulisan sebutan seperti ibu, bapak atau Sdr/Sdri wajib digunakan bila diikuti dengan nama orang.
6.    Kata “Jalan” tidak perlu disingkat, dan penulisan alamat tidak perlu diakhiri dengan tanda titik.

Salam Pembuka dan Penutup
Penulisan salam sebaiknya menggunakan kata-kata umum yang biasa digunakan dalam percakapan resmi seperti salam sejahtera, atau kalau satu keyakinan bisa menggunakan salam yang diajarkan oleh agama masing-masing. Penulisan salam pada surat resmi biasanya diakhiri dengan huruf koma.
Isi Surat Resmi
Inilah bagian pokok dari sebuah surat. Isi surat biasanya di taruh pada tengah surat yang berisi tentang penjelasan maksud dan tujuan dari sebuah surat. Ini surat yang baik adalah yang menggunakan bahasa baku serta kalimat yang ringkas dan mudah untuk dimengerti oleh penerima surat. Pemilihan kalimat serta kata yang digunakan juga merupakan faktor penting dari isi surat resmi.
Penutup surat Resmi
Penutup surat harus menggunakan kalimat yang baik dan benar. Berikut beberapa contoh kalimat penutup yang biasanya digunakan dalam surat resmi.
1.    Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian serta kerja samanya kami haturkan terima
kasih.
2.    Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian serta kerja samanya kami ucapkan terima kasih.
3.    Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian serta kerja sama Saudara kami ucapkan
terima kasih.
4.    Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.
Selain itu pada bagian penutup biasanya juga di lengkapi dengan jabatan, nama dan NIK, dan juga tanda tangan orang yang membuat surat. Selain itu juga adanya tembusan surat, kepada siapa saja surat ini ditujukan dalam satu lembaga tersebut.
Contoh Surat Resmi

Contoh Surat Resmi Instansi Perusahaan – grupbelajar.cf

Berikut kami berikan beberapa contoh surat resmi yang bisa dijadikan contekan dalam membuat surat resmi. Untuk lebih bagusnya Anda wajib membuat surat resmi lebih baik lagi dengan menyesuaikan kondisi.
Surat undangan resmi untuk keperluan acara sekolah
Pengurus OSIS
SMA Negeri 4 Pandeglang
Jl. Menes No. 12 Pandeglang
Dengan hormat,
Sehubungan dengan akan berakhirnya masa kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2014/2015 ini, kami selaku pengurus OSIS SMA Negeri 4 Pandeglang memohon kehadiran dari perwakilan sekolah untuk mengikuti beberapa perlombaan menarik yang sudah kami rancang yang akan diselenggarakan pada :
Hari : Sabtu, 25 Oktober 2015 – Senin, 27 Oktober 2015
Waktu : Pukul 08.00 WIB s/d selesai
Tempat : Lapangan Alun-Alun Menes
Acara : PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni)
Dengan sangat hormat kami mengharapkan kehadiran dari para perwakilan sekolah dan bisa hadir ke tempat pelaksanaan dengan tepat waktu.
Hormat Kami.
Ketua Osis SMA Negeri 4 Pandeglang,

Joko Susilo

Contoh Surat Resmi yang Baik

Contoh Surat Resmi dan Cara Membuatnya
Contoh Surat Resmi

Contoh Surat Resmi dan Cara Membuatnya

Itulah artikel sederhana tentang cara dan contoh surat resmi, semoga bermanfaat.