About

Subscribe

Tuesday, April 4, 2017

Kurikulum menurut Islam dan Umum.

Kurikulum menurut Islam dan Umum.
PENDAHULUAN

A.    Pendahuluan
Kurikulum merupakan inti dari sekolah yang ditawarkan pada public, dengan dukungan sumber daya manusia yaitu guru yang berkualitas serta sarana sumber belajar lainnya yang memadai. Kurikulum berfungsi sebagai alat untuk mencapai dalam kaitannya sebagai alat untuk mencapai tujuan, maka kurikulum harus harus memiliki dua sifat,yaitu anticipatory dan reportorial hal ini berarti kurikulum harus dapat meramalkan kejadian dimasa mendatang.tidak hanya melaporkan keberhasilan belajar peserta didik oleh karena itu, kurikulum harus selalu dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman.
Kurikulum pada dasarnya menyediakan program pendidikan ( blue print) yang relevan bagi pencapaian sasaran akhir bagi pendidikan. Kurikulum berfungsi untuk membantu peserta didik untuk menjadi orang, artinya kurikulum berfungsi untuk membentuk peserta didik agar menjadi seorang yang diinginkan.
Abuddin Nata mendefisikan kurikulum adalah rancangan mata pelajaran bagi suatau kegiatan jenjang pendidikan tertentu, dan dengan menguasainya seorang dapat dikataka lulus dan berhak memperoleh ijazah. Dengan demikian seluruh konsep pendidikan disekolah itu bisa dan harus ideal. Kurikulum harus bicara tentang keharusan, dan bukan kemungkinan. untuk lebih jelas, dalam makalah ini kami akan membahas mengenai Kurikulum menurut Islam dan Umum.

Kurikulum menurut Islam dan Umum.
PEMBAHASAN

 A.    Pengertian Kurikulum
Kata kurikulum mulai dikenal sebagai istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lalu. Istilah kurikulum muncul pertama kali dalam kamus wesber tahun 1856 kata kurikulum digunakan dalam bidang olah raga secara etimologis, berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang berarti tempat berpacu (Rama Yulis :128) hal ini berarti curikulum ialah arena perlomabaan (Raceourse)
Kurikulum dalam pendidikan islam dikenal dengan kata-kata “Manhaj” yang berarti dalam jalan yang terang yang dilalui oleh para pendidik dan anak didiknya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik (Nasution 1993).
Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan bangsa Indonesia seutuhnya bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab kemsyarakatan dan kebangsaan.
Sesuai dengan pengertian di atas maka kurikulum sebagai mana dikemukakan Sukma dinata memiliki beberapa karakteristik
1.   Kurikulum sebagai suatu subtansi yakni bahwa kurikulum adalah sebuah rencana kegiatan belajaer siswa disekolah yang mencakup rumusan-rumusan tujuan, bahan ajar, proses kegitan pembelajaran, jadwal dan hasil belajar.
2.  Kurikulum sebagai sebuah sistem, yakni bahwa kurikulum merupakan rangkaian konsep tentang berbagai kegiatan pembelajaran yang masing-masing unit kegiatan memiliki keterkaitan secara koeheren dengan lainnya, dan bahwa kurikulum itu sendiri memiliki keterkaitan dengan semua unsure dalam sistem pendidikan secara keseluruhan
3.  Kurikulum merupakan sebuah konsep yang dinamis, yakni bahwa kurikulum merupakan konsep terbuka dengan berbagai gagasa perubahan serta penyesuaian-penyesuaian dengan tuntutan pasar atau tuntutan idialisme pengembangan perdaban umat manusia (rosiada:26-27).
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum itu mempunyai empat unsure atau aspek utama :
1.      Tujuan objektif yang ingin dicapai oleh pendidikan
2. Pengetahuan dan informasi, aktifitas, data, dan pengalaman yang membentuk kurikulum itu.

3. Metode atau cara mengajar yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan dan mendorong muroid belajar dan membawa mereka kearah yang di kehendaki oleh kurikulum.

4.   Metode dan cara penilaian yang digunakan dalam mengukur dan menilai kurikulum serta hasil pembelajaran pendidikan yang dirancang dalam kurikulum, Seperti ujian caturwulan ( Langgulung: 241). Oleh karena itu menurut Abudinata kurikulum pendidikan islam harus dirancang berdasarkan konsep tauhid dalam hubungannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan ( Nata 2003: 185).

B.     PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan kurikulum dilakukan setelah desenrtalisasi pendidikan telah dianut adanya peluang kraetifitas pengelolaan sekolah sehingga paket kurikulum pun sekarang ini harus dikembangkan mengingat formulasi kurikulun masih global atau bersifat inti ( core curriculum).
1.      Atas dasar itu, maka pengembangan kurikulum sebenarnya sebuah proses dinamik yang berdasarkan prinsip sebagai berikut: keseimbangan etika, logika, estetika.
2.      Kesamaan dalam memperoleh kesempatan setiap siswa berhak menerima pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kecepatan
3.      Memperkuat identitas nasional. Kurikulum harus mampu membentuk karakter bangsa.
4.      Menghadapi abad kemampuan. Penguasaan pengetahuan yang terbaru dan luas dapat dipandang sebagai investasi sekaligus upaya dapat survival dalam era globalisasi
5.      Mengembangkan keterampilan hidup. Kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran harus bermuatan kajian yang dipakai untuk menyiapkan siswa agar mampu mengembangkan keterampilan hidup di masyarakat.
6.      Peraturan yang sempurna dengan agama termasuk ajaran dan nilai-nilai. Maka setiap yang berkaitan dengan kurikulum termasuk filsafah tujuan-tujuan kandungan-kandungan dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga pendidikan harus berdasarkan pada agama dan akhlak islam.
7.      Pengaruh suatu pelajaran dalam bidang petunjuk tuntunan dalam mmenjalani cara hidup yang mulia dan sempurna, seperti dengan ilmu akhlak, ilmu hadist, dan fiqih.

C.     Isi Kurikulum
Didalamnya digariskan tujuan pendidikan, dan langkah-langkah yang harus ditempuh guna mendidik suatu generasi dalam tahapan perkembangan tertentu, pada umatnya tertentu.
            Kurikulum menggariskan intruksionalnya, metodenya, mata pelajaran dan garis besar pokok bahasannya serta program pengajaran untuk setiap tahun ajaran bagi sekolah yang bersangkutan. Penetuan mata pelajaran serta pokok bahasan untuk setiap periode dan setiap unit, disesuaikan dengan tahapan perkembangan dan kesiapan siswa. Disamping itu digariskan pula tugas dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh para pelajar sehubungan dengan setiap materi pelajaran.
            Jika kita menelaah kurikulum sekolah manapun kita akan mnedapatkan gambaran secara menyeluruh yang mengandung unit langkah-langkah, tujuan pengajaran jangka pendek maupun panjang dan metode pendidikan. Merupakan ringkasan berbagai materi pengetahuan dan problematika yang harus kita selenggarakan sebagai upaya mempengaruhi siswa dalam tingkah laku dan aktifitasnya, sikap dan pemikirannya dalam rangka mengantarkannya kepada pencapaian berbagai tujuan pendidikan yang mencakup segi ideal dan iddeologis, ekonomis, politis dan tasyri. Berbagai aspek tujuan ini telah digariskan oleh umat oleh genarasi muda dalam menyongsong secara bertahap, sesuai denga tahapan perkembangan serta tingkat kecerdasan anak, dengan memperhatikan pula situasi dan kondisi lingkungan dan kehidupan yang riil.
            Dalam arti ini, maka kurikulum merupakan suatu program bagi suatu jenjang sekolah dalam suatu lingkungan sekolah tertentu dapat juga kurikulum itu dilihat sebagai program bagi unit periodisasi sekoalh dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan tingkah laku dan pola piker yang diharapkan seerat berusaha pula mengakat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasika tujuan akhirnya.





0 komentar:

Post a Comment