PENDAHULUAN
A. Pendahuluan
Kurikulum merupakan inti dari sekolah
yang ditawarkan pada public, dengan dukungan sumber daya manusia yaitu guru
yang berkualitas serta sarana sumber belajar lainnya yang memadai. Kurikulum
berfungsi sebagai alat untuk mencapai dalam kaitannya sebagai alat untuk
mencapai tujuan, maka kurikulum harus harus memiliki dua sifat,yaitu
anticipatory dan reportorial hal ini berarti kurikulum harus dapat meramalkan
kejadian dimasa mendatang.tidak hanya melaporkan keberhasilan belajar peserta
didik oleh karena itu, kurikulum harus selalu dikembangkan sesuai dengan
tuntutan zaman.
Kurikulum pada dasarnya menyediakan
program pendidikan ( blue print) yang relevan bagi pencapaian sasaran akhir
bagi pendidikan. Kurikulum berfungsi untuk membantu peserta didik untuk menjadi
orang, artinya kurikulum berfungsi untuk membentuk peserta didik agar menjadi
seorang yang diinginkan.
Abuddin Nata mendefisikan kurikulum
adalah rancangan mata pelajaran bagi suatau kegiatan jenjang pendidikan tertentu,
dan dengan menguasainya seorang dapat dikataka lulus dan berhak memperoleh
ijazah. Dengan demikian seluruh konsep pendidikan disekolah itu bisa dan harus
ideal. Kurikulum harus bicara tentang keharusan, dan bukan kemungkinan. untuk
lebih jelas, dalam makalah ini kami akan membahas mengenai Kurikulum menurut Islam dan Umum.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kurikulum
Kata
kurikulum mulai dikenal sebagai istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang
lebih satu abad yang lalu. Istilah kurikulum muncul pertama kali dalam kamus
wesber tahun 1856 kata kurikulum digunakan dalam bidang olah raga secara
etimologis, berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan
curere yang berarti tempat berpacu (Rama Yulis :128) hal ini berarti curikulum
ialah arena perlomabaan (Raceourse)
Kurikulum
dalam pendidikan islam dikenal dengan kata-kata “Manhaj” yang berarti dalam
jalan yang terang yang dilalui oleh para pendidik dan anak didiknya untuk
mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik (Nasution
1993).
Tujuan
pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan
bangsa Indonesia seutuhnya bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti
luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani,
kepribadian yang mantap mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab kemsyarakatan
dan kebangsaan.
Sesuai
dengan pengertian di atas maka kurikulum sebagai mana dikemukakan Sukma dinata
memiliki beberapa karakteristik
1. Kurikulum
sebagai suatu subtansi yakni bahwa kurikulum adalah sebuah rencana kegiatan
belajaer siswa disekolah yang mencakup rumusan-rumusan tujuan, bahan ajar,
proses kegitan pembelajaran, jadwal dan hasil belajar.
2. Kurikulum
sebagai sebuah sistem, yakni bahwa kurikulum merupakan rangkaian konsep tentang
berbagai kegiatan pembelajaran yang masing-masing unit kegiatan memiliki
keterkaitan secara koeheren dengan lainnya, dan bahwa kurikulum itu sendiri
memiliki keterkaitan dengan semua unsure dalam sistem pendidikan secara
keseluruhan
3. Kurikulum
merupakan sebuah konsep yang dinamis, yakni bahwa kurikulum merupakan konsep
terbuka dengan berbagai gagasa perubahan serta penyesuaian-penyesuaian dengan
tuntutan pasar atau tuntutan idialisme pengembangan perdaban umat manusia
(rosiada:26-27).
Dari definisi
diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum itu mempunyai empat unsure atau aspek
utama :
1. Tujuan
objektif yang ingin dicapai oleh pendidikan
2. Pengetahuan
dan informasi, aktifitas, data, dan pengalaman yang membentuk kurikulum itu.
3. Metode
atau cara mengajar yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan dan mendorong
muroid belajar dan membawa mereka kearah yang di kehendaki oleh kurikulum.
4. Metode
dan cara penilaian yang digunakan dalam mengukur dan menilai kurikulum serta
hasil pembelajaran pendidikan yang dirancang dalam kurikulum, Seperti ujian
caturwulan ( Langgulung: 241). Oleh karena itu menurut Abudinata kurikulum
pendidikan islam harus dirancang berdasarkan konsep tauhid dalam hubungannya
dengan pengembangan ilmu pengetahuan ( Nata 2003: 185).
B. PRINSIP
PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan
kurikulum dilakukan setelah desenrtalisasi pendidikan telah dianut adanya
peluang kraetifitas pengelolaan sekolah sehingga paket kurikulum pun sekarang
ini harus dikembangkan mengingat formulasi kurikulun masih global atau bersifat
inti ( core curriculum).
1. Atas
dasar itu, maka pengembangan kurikulum sebenarnya sebuah proses dinamik yang
berdasarkan prinsip sebagai berikut: keseimbangan etika, logika, estetika.
2. Kesamaan
dalam memperoleh kesempatan setiap siswa berhak menerima pembelajaran yang
sesuai dengan kemampuan dan kecepatan
3. Memperkuat
identitas nasional. Kurikulum harus mampu membentuk karakter bangsa.
4. Menghadapi
abad kemampuan. Penguasaan pengetahuan yang terbaru dan luas dapat dipandang
sebagai investasi sekaligus upaya dapat survival dalam era globalisasi
5. Mengembangkan
keterampilan hidup. Kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran harus bermuatan
kajian yang dipakai untuk menyiapkan siswa agar mampu mengembangkan
keterampilan hidup di masyarakat.
6. Peraturan
yang sempurna dengan agama termasuk ajaran dan nilai-nilai. Maka setiap yang
berkaitan dengan kurikulum termasuk filsafah tujuan-tujuan kandungan-kandungan
dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga pendidikan harus berdasarkan
pada agama dan akhlak islam.
7. Pengaruh
suatu pelajaran dalam bidang petunjuk tuntunan dalam mmenjalani cara hidup yang
mulia dan sempurna, seperti dengan ilmu akhlak, ilmu hadist, dan fiqih.
C. Isi
Kurikulum
Didalamnya
digariskan tujuan pendidikan, dan langkah-langkah yang harus ditempuh guna
mendidik suatu generasi dalam tahapan perkembangan tertentu, pada umatnya
tertentu.
Kurikulum menggariskan
intruksionalnya, metodenya, mata pelajaran dan garis besar pokok bahasannya
serta program pengajaran untuk setiap tahun ajaran bagi sekolah yang
bersangkutan. Penetuan mata pelajaran serta pokok bahasan untuk setiap periode
dan setiap unit, disesuaikan dengan tahapan perkembangan dan kesiapan siswa.
Disamping itu digariskan pula tugas dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh
para pelajar sehubungan dengan setiap materi pelajaran.
Jika kita menelaah kurikulum sekolah
manapun kita akan mnedapatkan gambaran secara menyeluruh yang mengandung unit
langkah-langkah, tujuan pengajaran jangka pendek maupun panjang dan metode
pendidikan. Merupakan ringkasan berbagai materi pengetahuan dan problematika
yang harus kita selenggarakan sebagai upaya mempengaruhi siswa dalam tingkah
laku dan aktifitasnya, sikap dan pemikirannya dalam rangka mengantarkannya
kepada pencapaian berbagai tujuan pendidikan yang mencakup segi ideal dan
iddeologis, ekonomis, politis dan tasyri. Berbagai aspek tujuan ini telah
digariskan oleh umat oleh genarasi muda dalam menyongsong secara bertahap,
sesuai denga tahapan perkembangan serta tingkat kecerdasan anak, dengan
memperhatikan pula situasi dan kondisi lingkungan dan kehidupan yang riil.
Dalam arti ini, maka kurikulum
merupakan suatu program bagi suatu jenjang sekolah dalam suatu lingkungan
sekolah tertentu dapat juga kurikulum itu dilihat sebagai program bagi unit
periodisasi sekoalh dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan
tingkah laku dan pola piker yang diharapkan seerat berusaha pula mengakat
derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasika tujuan akhirnya.








0 komentar:
Post a Comment