About

Subscribe

Tuesday, April 4, 2017

Pengertian Metode Pembelajaran dan Pendekatan



PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Metode Pembelajaran merupakan cara atau tekhnik pengkajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh pendidik pada saat pengkajian bahan pelajaran, baik secara individual maupun kelompok. Pendekatan dalam pendidikan Islam merupakan suatu proses, perbuatan dan cara mendekati peserta didik dan mempermudah pelaksanaan pendidikan Islam itu sendiri. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung pasti akan didukung oleh metode dan pendekatan pembelajaran, karena dalam pembelajaran, apabila sudah menggunakan kedua sistem diatas maka komponen-komponen pendidikan akan berjalan dengan baik, khususnya pendidikan Islam baik secara efektif dan efisien.
Dalam pembelajaran metode dan pendekatan tidak bisa dipisahkan karena kedua unsur ini merupakan alat dan cara yang digunakan untuk menunjang kelancaran pendidikan. Dalam praktek dilapangan, masalah yang selalu menghantui pikiran kita adalah dapatkah metode-metode pengajaran yang ada diterapkan atau dijadikan sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan ajaran islam.
Kunci utama pendidik dalam mencapai cita-cita yang dinginkan harus bekerja keras untuk hal yang demikian. Kerja keras itu harus didukung dengan kompetensi yang dimiliki oleh seorang pendidik. Jika seorang pendidik tidak memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan, maka bisa dipastikan peserta didik tidak akan dapat mencapai cita-citanya, begitupun dengan dunia pendidikan tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu menjadikan peserta didik menjadi insan kamil.
Tentunya seorang pendidik harus memiliki metode atau cara yang tepat dalam mewujudkan itu semua. Oleh karena itu untuk mengukur sampai dimana efektifitas pendekatan dan metode dalam pencapaian tujuan pendidikan sesuai ajaran islam, kita akan membahas makalah mengenai Pendekatan dan Metode Pendidikan menurut Islam dan Umum.

PEMBAHASAN
 A.      Pengertian Pendekatan Pendidikan dan Landasannya
            Pendekatan Pendidikan menurut Umum dalam bahasa inggrisnya adalah approach mempunyai arti a way of dealing with something  (sebuah jalan untuk melaksanakan sesuatu). Pendekatan merupakan  cara umum dalam memandang permasalahan atau objek  kajian. Pendekatan ( approach ) juga merupakan pandangan falsafi terhadap subject-matter yang harus diajarkan dan selanjutnya melahirkan metode mengajar.[1]
            Sehingga pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai seperangkat asumsi atau pandangan guru tentang hakikat bahasa yang diajarkan kepada siswa dalam suatu proses interaksi belajar-mengajar di kelas yang difasilitasi guru dengan baik yang mencakup materi, metode, media, dan evauasi, sehingga pencapaian tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Pendekatan Pendidikan menurut Islam, menurut Muhammad Athiyah Al-Abrasyi adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan berbahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya (akhlaknya), teratur pikirannya, halus perasaannya, mahir dalam pekerjaanya, manis tutur katanya, baik dengan lisan maupun tulisan berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada  ajaran Islam.
                        

B.  Jenis-jenis pendekatan pendidikan
v  Jenis-jenis Pendekatan Pendidikan menurut Umum
·           Pendekatan individual
Merupakan pendekatan yang mempunyai arti sangat penting dalam proses pembelajaran dalam pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual, karena pendeketan ini berorientasi pada aspek perbedaan individual baik berdasarkan kompetensi,minat, dan perhatian.
·           Pendekatan kelompok
 pendekatan kelompok diperelukan  dan digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik karena hal ini disadari bahwa anak didik adalah makhlik homo socius, yaitu makhlik yang berkecendrungan untuk hidup bersama.
·           Pendekatan bervariasi
Merupakam permasalahan yang dihadapi oleh setiapo anak didik yang bervariasu maka membutuhkan pendekatan yang bervariasi pula, Karena guru tidak bisa menggunakan tekhnik pemecahan yang sama untuk memecahkan permasalahn yang lain.
·           Pendekatan edukatif
Merupakan pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru yang tindakan dan sikap dengan tujuan untuk mendidik.
·           Pendekatan keagamaan
Pendekatan ini memandang bahwa ajaran Islam yang bersum­berkan kitab suci A1 Quran dan sunnah Nabi menjadi sumber impirasi dan motivasi pendidikan Islam.
·           Pendekatan Kebermaknaan
Pendekatan yang salah satu alternatifnya ke arah pemecahan masalah tersebut dan diajukanlah pendekatan baru, yaitu pendekatan kebermaknaan.
Allah SWT telah memberi petunjuk bagaimana agar manusia yang diciptakan sebagai rnakhluk yang memiliki struktur dan kontur psychis dan fisik yang paling sempuma dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya, dapat berkembang ke arah pola kehidupan yang bertaqwa kepada khalik-Nya, tidak menyimpang ke jalan keludupan yang ingkar kepada-Nya.[2]

v  Jenis-jenis Pendekatan Pendidikan menurut Islam
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pendidikan menurut Islam. Pendekatan yang bersifat multi approach yang pelaksanaannya meliputi hal-hal sebagai berikut (Basuki dan Ulum,2007: 141) :
·       Pendekatan Religius
Pendidikan yang menitik beratkan kepada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang berjiwa religius dengan bakat-bakat keagamaan.
·        Pendekatan filosofis
Pendekatan yang memandang bahwa manusia adalah makhluk rasional atau berakal pikiran, sehingga yang menyangkut pengembangannya didasarkan pada sejauh mana kemampuan pikirannya dapat dikembangkan sampai pada titik maksimal perkembangannya.
·       Pendekatan Sosio kultural
Pendekatan yang bertumpu pada pandangan bahwa manusia adalah makhluk bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga dipandang sebagai homo sosialis dan homo legatus dalam kehidupan bermasyarakat dan berkebudayaan.
·        Pendekatan Scientific
Pendekatan ini menitik beratkan pandangan bahwa manusia memiliki kemampuan menciptakan (kognitif), berkemauan dan merasa (emosional atau afektif).[3]

 C.      Pengertian Metode Pendidikan dan Landasannya
1.         Pengertian Metode Pendidikan menurut Umum
Metode berasal dari bahasa Yunani “ Metha” yang artinya dibalik atau dibelakang, “Hodos” yang artinya melalui. Dalam bahasa Arab “Thariqah” yang artinya jalan. Sehingga dapat diartikan cara atau jalan yang di tempuh  untuk mencapai tujuan. Pembelajaran berasal dari kata “Intruction” yang berarti menyampaikan pikiran. [4]
Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimpelentasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melauli penggunaan metode pembelajaran.
Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara atau seperangkat cara atau jalan yang dilakukan, ditempuh guru secara sistematis melakukan upaya pembelajaran yang telah diolah sehingga menjadi milik peserta didik. Metode Pembelajaran dapat diartikan pula sebagai prinsip-prinsip yang mendasari kegiatan mengarahkan perkembangan khususnya proses belajar mengajar. Menurut Abudinata “Metode Pembelajaran adalah bagian keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru yang propesional (Nata 2003:274)”.[5]

2.         Pengertian Metode Pendidikan menurut Islam
Menurut Mastuhu “Metode Pendidikan menurut ajaran Islam yang berjalan saat ini masih sebatas pada sosialisai nilai dengan pendekatan hafalan. Sehingga dapat diartikan Metode Pendidikan menurut Islam sebagai cara yang digunakan oleh Pendidik untuk mewariskan sejumlah materi ajar yang disampaikan kepada peserta didik secara kritis, mengoreksi, mengevaluasikan dan mengomentari sesuai dengan ajaran agama Islam.

3.    Landasan Metode Pendidikan menurut Islam
Al-Qur’an surat Luqman ayat: 12-19 yang berbunyi:

وَلَقَدْ اَتَيْنَا لُقْمَنَ اْلحِكْمَةَ اَنِ شٌكرللهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِ نٌمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَ اللهَ غَنِيٌ حَمِيْ0 وَاِذْ قَا لَ لُقْمَنَ لابْنَيهَ وَهُوَيَعِظُهُ يَبُنَيَ لا تُشْرِكْ ِبا للهِ اِنَ شِرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ0 وَوَصَيْنَاِ الاءِنْسَانَ بِوَلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ اُمُهُ وَهْنًا عَلَ وَهْنٍ وَفِصَا لُهُ فِى عَا مَيْنِ عَنِ ا شْكُرْ لِي وَلِوَ لِدَيْك اءِلَيَ المَصِيْر0واءن جهداك على ان تشرك بى ما ليس لك به علم فلا تطعهما وصا حبهما فى الدنيا معرو فا واتبع سبيل من اناب اءلي ثم  الي مر جعكم فا نبئكم بما كنتم تعملون 0 يبني انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرة او فى السماوات او فى الارض يات بها الله ان الله لطيف خبير0 يبني اقم الصلوة وامر بالمعروف وانه عن المنكرواصبر على مااصا بك ان ذلك من عزم الامر0ولاتصعر خدك للناس ولا تمش فى الارض مرحا ان الله لايحب كل مختال فخور 0 واقصد فى مشيك واغضض من صوتك ان انكرالاصوة لصوت الحمير

“Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada luqman yaitu: bersyukurlah kepada allah, dan barang siapa bersyukur kepada allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya allah maha kaya dan maha terpuji
Dan ingatlah ketika luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya: Hai anaku, janganlah kamu mempersekutukan allah, sesungguhny mempersekutukan allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.
Dan kami perntahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksakan untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(Luqman berkata): Hai anaku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berda di dalm batu atau di langit atau di dalam bumi niscaya allah akan mendatangkanya (membalasnya). Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui”.
Hai anaku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Dan Nabi Muhammad SAW. Juga telah meberikan beberapa metode atau cara mendidik contohnya dalam hadits sebagai berikut:
مرو ا الصبي با لصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها
Suruhlah anak-anakmu bersembahyang apabila ia telah berumir tujuh tahun dan apabila ia sudah berumur sepuluh tahun ia meninggalkan sembahyang itu maka pukul ia.”
(HR. Tirmizi)

  
D.           Macam-macam metode pendidikan
v  Macam-macam Metode  Pendidikan menurut Umum
a.    Metode ceramah
Metode ceramah adalah suatu metode didalam pendidikan dimana cara menyampaikan pengertian-pengertian materi kepada peserta didik dengan jalan penerangan dan penuturan secara lisan. Metode ceramah juga bisa diartikan sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan oleh seseorang terhadap kelompok pendengar, dalam pelaksanaannya sebuah interaksi dalam penuturannya misalnya penceramah dalam mempergunakan alat bantu untuk menjelaskan uraiannya, tetapi alat utama perhubungan dengan kelompok pendengar adalah bahas lisan.
b.    Metode diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian/ penyampaian bahan pelajaran dimana guru memberikan kesempatan kepada siswa/ kelompok siswa untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas suatu masalah. Forum diskusi bisa diikuti oleh semua siswa didalam kelas, juga dapat dibentuk kelompok kelompk diskusi lebih kecil. Yang perlu diperhatikan adalah hendaknya para siswa dapat berpartisipasi aktif di dalam setiap forum diskusi. Semakin banyak siswa terlibat dan menyumbangkan pikirannya, maka semakin banyak pula yang dapat mereka pelajari.
c.    Metode demonstrasi dan eksperimen
Metode demonstrasi adalah salah satu metode untuk membelajarkan siswa untuk melihat apa yang dikerjakan oleh guru. Jadi demonstrasi adalah cara mengajar guru dengan menunjukan atau memperlihatkan suatu proses sehingga siswa dapat melihat, mengamati, mendengar, meraba, dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru. Metode eksperimen adalah metode pengajaran dimana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari pada yang diketahui.

d.   Metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab adalah penyampaian proses pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban, atau sebaliknya siswa diberi kesempatan bertanya dan guru yang menjawab pertanyaanya.
e.    Metode pemberian tugas.
Metode pemberian tugas (resitasi) sering disebut metode pekerjaan rumah, adalah metode dimana murid/ siswa diberi tugas khusus diluar jam pelajaran. Sebenarnya penekanan metode ini terletak pada jam pelajaran berlangsung, dimana siswa disuruh untuk mencari informasi atau fakta berupa data yang dapat ditemukan di laboratorium, perp[ustakaan, pusat sumber belajar dan lain-lain.
f.     Metode Microteaching
Merupakan suatu latihan mengajar permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok siswa dibawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong.
g.    Metode permainan
Merupakan suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan yang berupa teka-teki, papan bergambar, kotak rahasia atau kartu gambar yang dibuat oleh siswa atau guru.
h.    Metode Latihan
Merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memniliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apad yang telah dipelajari.[6]

v  Macam-macam Metode  Pendidikan menurut Islam
Dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW. Dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan, mendidik jiwa dan membangkitkan semangat.
Macam-macam metodenya antara lain:
a.    Metode Hiwar ( Percakapan ) Qurani dan Nabawi
Hiwar adalah percakapan silih berganti antar dua pihak atau lebih melalui tanya jawab mengenai suatu topik dan dengan sengaja diarahkan kepada satu tujuan yang dikehendaki (dalam hal ini guru).  Hiwar mempunyai dampak yang dalam bagi pembicara maupun pendengar pembicaraan tersebut, antara lain:
·           Permasalah di sajikan secara dinamis
·           Pembaca atau pendengar tertarik untuk terus mengikuti jalannya percakapan itu dengan maksud dapat mengetahui kesimpulannya.
·           Hiwar itu mungkin membangkitkan berbagai perasaan dan kesan seseorang
·           Topik yag bersangkutan disajikan secara relistis dan manusiawi.
Didalam Al-Quran dan sunnah terdapat bentuk hiwar antara lain:
1.         Hiwar khithabi atau ta’abbudi (percakapan pengabdian)
2.         Hiwar washfi (percakapan deskriptif)
3.         Hiwar qishashi (percakapan berkisah)
4.         Hiwar jadali (percakapan dialektis)
5.         Hiwar nabawi.

b.    Metode kisah-kisah Qurani dan Nabawi
Dalam pendidikan islam, terutama pendidikan agama kisah sebagai metode yang amat penting, karena :
1.         kisah selalu memikat karena mungundang pendengar/ pembaca untuk selalu mengikuti kisahnya dan merenungkan maknanya.
2.         Kisah quroni dan nabawi dapat menyentuh hati manusia karena kisah itu menampilkan tokoh yang konteksnya yang menyeluruh
3.         Kisah quroni dan nabawi mendidik perasaan keimanan , kisah qurani bukan hanya semata kisah atau semata-mata karya seni yang indah, ia juga suatu cara Tuhan mendidik umat agar beriman kepadaNya.

Kisah Qur’ani bertujuan:
·           Mengungkapkan kemantapan wahyu dan risalah.
·           Menjelaskan bahwa keseluruhan agama itu datangnya dari Allah SWT.
·           Menjelaskan bahwa Allah menolong dan mencintai Rasul-Nya, dan kaum mukmin adalah umat yang satu dan Alllah adalah Tuhan bagi mereka.
·           Menguatkan keimanan kaum muslimin dan menghibur mereka dari musibah yang menimpa.
·           Mengingatkan bahwa musuh orang mukmin adalah setan.
Kisah Nabawi menjelaskan tentang pentingnya keikhlasan dalam beramal, menganjurkan bersedekah, dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Kedua kisah ini dapat menyentuh hati manusia karena kisah itu menampilkan tokoh dalam konteksnya yang menyeluruh, sehingga pebdengar dan pembaca ikut menghayati dan merasakan isi kisah tersebut.

c.         Metode Amtsal (perumpamaan) Quroni dan Nabawi
Dalam surat Al-ankabut ayat 41, Allah mengumpamakan sesembahan atau Tuhan orang kafir dengan sarang laba-laba :
  
“perumpamaan orang yang berlindung kepada selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah, padahal rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba”.

d.        Mendidik dengan memberi teladanan
Dalam al-Qur’an kata teladan disamakan pada kata Uswah yang kemdian diberikan sifat dibelakangnya seperti sifat hasanah yang berarti baik. Sehingga dapat terungkapkan menjadi Uswatun Hasanahyang berarti teladan yang baik. Kata uswah dalam al-Qur’an diulang sebanyak enam kali dengan mengambil contoh Rasullullah SAW, Nabi Ibrahim dan kaum yang beriman teguh kepada Allah. Firman Allah SWT dalam surat al-Ahzab :


“Sesungguhnya telah ada pada ( diri) Rasullullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bago orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.  (Q.S.al-Ahzab:(33): 21).
Muhammad Quthb, misalnya mengisyaratkan bahwa di dalam diri Nabi Muhammad, Allah menyusun suatu bentuk sempurna metodologi Islam, suatu bentuk yang hidup dan abadi sepanjang sejarah masih berlangsung. Metode ini dinggap sangat penting karena aspek agama yang trpenting adalah akhlak yang termasuk dalam kawasan aktif yang terwujud dalam tingkah laku(behavioral).
e.         Metode pembiasaan diri dan pengamalan
Inti pembiasaan adalah pengulangan. Sesuatu jika dilakukan dengan berulang ulang maka akan menjadi kebiasaan baik itu hal yang buruk maupun yang baik. Hal ini bisa dimulai sejak dini untuk pembentukan manusia dewasa. Orang yang terbiasa dapat mengalahkan orang yang lebih mengetahui tetapi kurang terbiasa, hal ini sering digunakan dalam materi hafalan.
Uraian tentang pembiasaan selalu menjadi satu dengan uraian tentang perlunya mengamalkan kebaikan yang telah diketahuai. Pembiasaan pada dasarnya pada pengalaman. Sehingga pada intinya adalah pengulangan. Contoh saja setiap masuk kelas mengucapkan salam.
f.         Metode ‘ibrah dan mau’idhah
        Ibrah dan  ialah suatu kondisi yang memungkinkan orang sampai dari pengetahuan yang konkrit kepada pengetahuan yang abstrak. Maksudnya adalah perenungan dan tafakur. Sedang mau’idhah adalah nasihat yang lembut yang diterima oleh hati dengan cara menjelaskan pahala atau ancamannya.
g.        Metode targhib dan tarhib
Targhib adalah janji yang disertai dengan bujukan dan membuat senang terhadap sesuatu maslahat, kenikmatan, atau kesenangan akhirat yang pasti dan baik, serta bersih dari segala kotoran yang kemudian diteruskan dengan menggunakan amal shaleh dan menjauhi kenikmatan selintas yang mengandung bahaya atau perbuatan yang buruk.
Sedangkan Tarhib adalah ancaman dan siksaan sebagai akibat melakukan dosa atau kesalahan yang dilarang oleh Allah, atau akibat lengah dalam menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah. Didalam Al-quran Allah swt berfirman:
  
“Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Rabb-mu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang dhalim didalam neraka dalam keadaan berlutut”.
(Q.S.19 Maryam :71-72) [7]



[1] Moh. Haitami Salim, Studi Ilmu Pendidikan Islam, ( Ar-Ruzz Media:Jogjakarta, 2012 ), hal 210
[2] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 147-154
[3] Moh. Haitami Salim, Studi Ilmu Pendidikan Islam, ( Ar-Ruzz Media:Jogjakarta, 2012 ), hal 214
[4] Soleha dan Rada, Ilmu Pendidikan Islam,(Alfabeta:Bandung,2012), hal 106
[5] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 157
[6] Ani Interdiana,dkk, Strategi Belajar dan Pembelajaran,(Unindra:Jakarta,2011), hal 157-173
[7] Abdurrahman an-Nahlawi,Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam,(CV Diponogoro:Bandung,1989),hal 283-285



Kurikulum menurut Islam dan Umum.

Kurikulum menurut Islam dan Umum.
PENDAHULUAN

A.    Pendahuluan
Kurikulum merupakan inti dari sekolah yang ditawarkan pada public, dengan dukungan sumber daya manusia yaitu guru yang berkualitas serta sarana sumber belajar lainnya yang memadai. Kurikulum berfungsi sebagai alat untuk mencapai dalam kaitannya sebagai alat untuk mencapai tujuan, maka kurikulum harus harus memiliki dua sifat,yaitu anticipatory dan reportorial hal ini berarti kurikulum harus dapat meramalkan kejadian dimasa mendatang.tidak hanya melaporkan keberhasilan belajar peserta didik oleh karena itu, kurikulum harus selalu dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman.
Kurikulum pada dasarnya menyediakan program pendidikan ( blue print) yang relevan bagi pencapaian sasaran akhir bagi pendidikan. Kurikulum berfungsi untuk membantu peserta didik untuk menjadi orang, artinya kurikulum berfungsi untuk membentuk peserta didik agar menjadi seorang yang diinginkan.
Abuddin Nata mendefisikan kurikulum adalah rancangan mata pelajaran bagi suatau kegiatan jenjang pendidikan tertentu, dan dengan menguasainya seorang dapat dikataka lulus dan berhak memperoleh ijazah. Dengan demikian seluruh konsep pendidikan disekolah itu bisa dan harus ideal. Kurikulum harus bicara tentang keharusan, dan bukan kemungkinan. untuk lebih jelas, dalam makalah ini kami akan membahas mengenai Kurikulum menurut Islam dan Umum.

Kurikulum menurut Islam dan Umum.
PEMBAHASAN

 A.    Pengertian Kurikulum
Kata kurikulum mulai dikenal sebagai istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lalu. Istilah kurikulum muncul pertama kali dalam kamus wesber tahun 1856 kata kurikulum digunakan dalam bidang olah raga secara etimologis, berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang berarti tempat berpacu (Rama Yulis :128) hal ini berarti curikulum ialah arena perlomabaan (Raceourse)
Kurikulum dalam pendidikan islam dikenal dengan kata-kata “Manhaj” yang berarti dalam jalan yang terang yang dilalui oleh para pendidik dan anak didiknya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik (Nasution 1993).
Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan bangsa Indonesia seutuhnya bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab kemsyarakatan dan kebangsaan.
Sesuai dengan pengertian di atas maka kurikulum sebagai mana dikemukakan Sukma dinata memiliki beberapa karakteristik
1.   Kurikulum sebagai suatu subtansi yakni bahwa kurikulum adalah sebuah rencana kegiatan belajaer siswa disekolah yang mencakup rumusan-rumusan tujuan, bahan ajar, proses kegitan pembelajaran, jadwal dan hasil belajar.
2.  Kurikulum sebagai sebuah sistem, yakni bahwa kurikulum merupakan rangkaian konsep tentang berbagai kegiatan pembelajaran yang masing-masing unit kegiatan memiliki keterkaitan secara koeheren dengan lainnya, dan bahwa kurikulum itu sendiri memiliki keterkaitan dengan semua unsure dalam sistem pendidikan secara keseluruhan
3.  Kurikulum merupakan sebuah konsep yang dinamis, yakni bahwa kurikulum merupakan konsep terbuka dengan berbagai gagasa perubahan serta penyesuaian-penyesuaian dengan tuntutan pasar atau tuntutan idialisme pengembangan perdaban umat manusia (rosiada:26-27).
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum itu mempunyai empat unsure atau aspek utama :
1.      Tujuan objektif yang ingin dicapai oleh pendidikan
2. Pengetahuan dan informasi, aktifitas, data, dan pengalaman yang membentuk kurikulum itu.

3. Metode atau cara mengajar yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan dan mendorong muroid belajar dan membawa mereka kearah yang di kehendaki oleh kurikulum.

4.   Metode dan cara penilaian yang digunakan dalam mengukur dan menilai kurikulum serta hasil pembelajaran pendidikan yang dirancang dalam kurikulum, Seperti ujian caturwulan ( Langgulung: 241). Oleh karena itu menurut Abudinata kurikulum pendidikan islam harus dirancang berdasarkan konsep tauhid dalam hubungannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan ( Nata 2003: 185).

B.     PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan kurikulum dilakukan setelah desenrtalisasi pendidikan telah dianut adanya peluang kraetifitas pengelolaan sekolah sehingga paket kurikulum pun sekarang ini harus dikembangkan mengingat formulasi kurikulun masih global atau bersifat inti ( core curriculum).
1.      Atas dasar itu, maka pengembangan kurikulum sebenarnya sebuah proses dinamik yang berdasarkan prinsip sebagai berikut: keseimbangan etika, logika, estetika.
2.      Kesamaan dalam memperoleh kesempatan setiap siswa berhak menerima pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kecepatan
3.      Memperkuat identitas nasional. Kurikulum harus mampu membentuk karakter bangsa.
4.      Menghadapi abad kemampuan. Penguasaan pengetahuan yang terbaru dan luas dapat dipandang sebagai investasi sekaligus upaya dapat survival dalam era globalisasi
5.      Mengembangkan keterampilan hidup. Kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran harus bermuatan kajian yang dipakai untuk menyiapkan siswa agar mampu mengembangkan keterampilan hidup di masyarakat.
6.      Peraturan yang sempurna dengan agama termasuk ajaran dan nilai-nilai. Maka setiap yang berkaitan dengan kurikulum termasuk filsafah tujuan-tujuan kandungan-kandungan dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga pendidikan harus berdasarkan pada agama dan akhlak islam.
7.      Pengaruh suatu pelajaran dalam bidang petunjuk tuntunan dalam mmenjalani cara hidup yang mulia dan sempurna, seperti dengan ilmu akhlak, ilmu hadist, dan fiqih.

C.     Isi Kurikulum
Didalamnya digariskan tujuan pendidikan, dan langkah-langkah yang harus ditempuh guna mendidik suatu generasi dalam tahapan perkembangan tertentu, pada umatnya tertentu.
            Kurikulum menggariskan intruksionalnya, metodenya, mata pelajaran dan garis besar pokok bahasannya serta program pengajaran untuk setiap tahun ajaran bagi sekolah yang bersangkutan. Penetuan mata pelajaran serta pokok bahasan untuk setiap periode dan setiap unit, disesuaikan dengan tahapan perkembangan dan kesiapan siswa. Disamping itu digariskan pula tugas dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh para pelajar sehubungan dengan setiap materi pelajaran.
            Jika kita menelaah kurikulum sekolah manapun kita akan mnedapatkan gambaran secara menyeluruh yang mengandung unit langkah-langkah, tujuan pengajaran jangka pendek maupun panjang dan metode pendidikan. Merupakan ringkasan berbagai materi pengetahuan dan problematika yang harus kita selenggarakan sebagai upaya mempengaruhi siswa dalam tingkah laku dan aktifitasnya, sikap dan pemikirannya dalam rangka mengantarkannya kepada pencapaian berbagai tujuan pendidikan yang mencakup segi ideal dan iddeologis, ekonomis, politis dan tasyri. Berbagai aspek tujuan ini telah digariskan oleh umat oleh genarasi muda dalam menyongsong secara bertahap, sesuai denga tahapan perkembangan serta tingkat kecerdasan anak, dengan memperhatikan pula situasi dan kondisi lingkungan dan kehidupan yang riil.
            Dalam arti ini, maka kurikulum merupakan suatu program bagi suatu jenjang sekolah dalam suatu lingkungan sekolah tertentu dapat juga kurikulum itu dilihat sebagai program bagi unit periodisasi sekoalh dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan tingkah laku dan pola piker yang diharapkan seerat berusaha pula mengakat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasika tujuan akhirnya.





Monday, April 3, 2017

Pengertian peserta didik menurut Islam dan umum

PENGERTIAN PESERTA DIDIK MENURUT ISLAM DAN UMUM


PENDAHULUAN

Salah satu komponen dalam system pendidikan adalah adanya peserta didik, peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam system pendidikan, sebab seseorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.
Peserta didik adalah orang yang memiliki potensi dasar, yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, baik secara fisik maupun psikis, baik pendidikan itu dilingkungan keluarga, sekolah maupun dilingkkungan masyarakat dimana anak tersebut berada.
Sebagai peserta didik juga harus memahami kewajiban, etika serta melaksanakanya. Kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilakukan atau dilaksanakan oleh peserta didik. Sedangkan etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan yang harus di tati dan dilaksanakan oleh peserta didik dalam proses belajar.
Namun itu semua tidak terlepas dari keterlibatan pendidik, karena seorang pendidik harus memahami dan memberikan pemahaman tentang dimensi-dimensi yang terdapat didalam diri peserta didik terhadap peserta didik itu sendiri, kalau seorang pendidik tidak mengetahui dimensi-dimensi tersebut, maka potensi yang dimiliki oleh peserta didik tersebut akan sulit dikembangkan, dan peserta didikpun juga mengenali potensi yang dimilikinya.
Peserta didik berstatus sebagai subjek didi. Pandangan modern cenderung menyebut demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannnya. Selaku pribadi yang memiliki cirri khas dan ingin mengembangkan diri secara terus menerus guna memecahkan masalah hidup yang di jumpai sepanjang hidupnya.
  
Pengertian peserta didik menurut Islam dan umum


 PEMBAHASAN

1.      Pengertian peserta didik menurut Islam dan umum
Secara etimologi peserta didik dalam bahasa arab disebut dengan Tilmidz jamaknya adalah Talamid, yang artinya adalah “murid”, maksudnya adalah “orang-orang yang mengingini pendidikan”. Dalam bahasa arab dikenal juga dengan istilah Thalib, jamaknya adalah Thullab, yang artinya adalah “mencari”, maksudnya adalah “orang-orang yang mencari ilmu”. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw:
من طلب علما فادركه كتب الله كفلين…….( رواه الطبرنى )
“Siapa yang menuntut ilmu dan mendapatkannya, maka Allah mencatat baginya dua bagian”. (HR. Thabrani)
Jadi, peserta didik menurut islam adalah orang yang belum dewasa, yang memerlukan usaha, bantuan, bimbingan orang lain untuk menjadi dewasa, guna dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Tuhan, sebagai umat manusia, sebagai warga Negara, sebagai anggota masyarakat dan sebagai suatu pribadi atau individu dalam mengarungi kehidupan di dunia dan di akhirat kelak.
Sedangkan peserta didik menurut umum adalah anggota masyarakat yang  berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pendidikan untuk bisa tumbuh dan berkembang kearah kedewasaan. Dan menurut pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
2.      Dasar-dasar kebutuhan manusia pada pendidikan
Dasar kebutuhan manusia adalah terpenuhinya tingkat kepuasan agar manusia bisa mempertahankan hidupnya. Peran pendidik yang utama adalah tercapainya suatu kepuasan bagi diri sendiri dan peserrta didiknya. Hal ini menggambarkan suatu bagian dimana penerapan proses pendidikan selalu difokuskan pada kebutuhan individu yang unik dan sebagai suatu bagian dari integral dari keluarga dan masyarakat. Dan menjadi tanggung jawab dari setiap orang. Misalnya tanggung jawab orangtua terhadap anaknya, demikian juga tanggung jawab pendidik untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar peserta didik. Peran tersebut dilaksanakan secara optimal melalui proses pendekatan pendidikan. Manusia dalam kenyataan hidupnya menunjukkan bahwa ia membutuhkan suatu proses belajar yang memungkinkan dirinya untuk menyatakan eksistensinya secara utuh dan seimbang. Manusia tidak di rancang untuk dapat hidup secara langsung tanpa proses belajar terlebih dahulu untuk memahami jati dirinya dan menjadi dirinya. Dalam proses belajar itu seseorang saling tergantung dengan orang lain. Proses belajar dimulai dengan orang terdekatnya. Yang selanjutnya proses belajar itulah yang menjadi basis pendidikan.
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, produk pendidikan sering hanya diukur dari perubahan eksternal yaitu kemajuan fisik dan material yang dapat meningkatkan pemuasan kebutuhan manusia. Manusia dalam memenuhi kebutuhan sering bersifat tidak terbatas, bersifat subyektif yang sering justru dapat menghancurkan harkat kemanusiaan yang paling dalam yaitu kehidupan rohaninya. Produk pendidikan berubah menghasilkan manusia yang cerdas dan terampil untuk melakukan pekerjaannya, tetapi tidak memiliki kepedulian dan perasaan terhadap sesama manusia. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan menjadi instrument kekuasaan dan kesombongan untuk memperdayai orang lain. Kecerdikannya digunakan untuk menipu dan menindas orang lain, produk pendidikan berubah menghasilkan manusia yang serakah dan egois.


3.      Faktor-faktor keberhasilan pendidikan
a.       Pendidik
Pendidik yang mampu untuk menjalankan tugas keguruannya secara proporsional dan mampu menjadi motivator dalam proses belajar mengajar disekolah.
b.      Peserta didik
Peserta didik yang bersih hatinya dari kotoran dan penyakit jiwa,peserta didik yang selalu menghormati gurunya.
c.       Kurikulum
Kurikulum berbasis kompetensi yang selaras dengan fitrah insane sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik.
d.      Metode
Metode pendidikan yang berdaya guna dan berhasil guna dan menimbulkan kesadaran anak didik untuk mengamalkan ketentuan ajaran agama islam melalui motivasi.
e.       Sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana bisa memotivasi belajar siswa sehingga tercapai tujuan pendidikan
f.       Faktor psikologis para peserta anak didik
Pendidik sebagai pengajar harus mengetahui kejiwaan anak didiknya. Begitu pula orang tua harus mengetahui kejiwaan anaknya. karena pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah tapi juga dirumah.

4.      Sifat-sifat yang harus dimiliki peserta didik
Agar peserta didik mendapatkan keridhoan dari Allah SWT dalam menuntut ilmu, maka peserta didik harus mampu memahami sifat yang harus dimilkinya, yaitu:
1.       Peserta didik harus membersihkan hatinya dari kotoran dan penyakit jiwa sebelum ia menuntut ilmu, sebab belajar merupakan ibadah yang harus dikerjakan dengan hati yang bersih.
2.      Peserta didik harus mempunyai tujuan menuntut ilmu dalam rangka menghiasi jiwa dengan sifat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah.
3.      Seorang peserta didik harus tabah dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan sabar dalam menghadapi tantangan dan cobaan yang datang.
4.      Seorang harus ikhlas dalam menuntut ilmu dengan menghormati guru atau pendidik, berusaha memperoleh kerelaan dari guru dengan mempergunakan beberapa cara yang baik.

Filsafah etika Al-Ghazali secara sekaligus dapat kita lihat pada teori tasawufnya dalam bukunya Ihya ‘Ulumudin. Dengan kata lain, filsafah etika Al Ghazali adalah teori tasawufnya.
Mengenai tujuan pokok dari etika al Ghazali kita temui pada semboyan tasawuf yang terkenal: al-takhalluq bi-akhlaqillahi ‘ala thaqatil basyariyah, atau pada semboyannya yang lain, al-shifatirrahman ala thaqalil-basyatiyah.
Maksud semboyan itu adalah agar manusia sejauh kesanggupannya meniru-niru perangai dan sifat-sifat ketuhanan seperti pengasih, penyayang, pengampun (pemaaf), dan sifat-sifat yang disukai Tuhan, sabar, jujur, takwa, zuhud, ikhlas, beragama, dan sebagainya.

Pengertian peserta didik menurut Islam dan umum
Peserta didik juga mempunyai kewajiban, diantaranya yaitu menurut UU RI No.20 tahun 2003:
     a.  Menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan.
 b. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan kecuali bagi yang di bebaskan dari biaya tersebut.



5.      Adab peserta didik
1.      Mensucikan hati
2.      Mengurangi keterkaitan dengan kesibukan duniawi
3.      Tidak sombong
4.      Mendahulukan menuntut ilmu yang paling penting untuk dirinya
5.      Mengetahui cirri-ciri ilmu yang paling mulia
6.      Peserta didik harus sopan dalam berbuat maupun berbicara dengan orang yang lebih tua

6.      Kemuliaan belajar
Kemuliaan belajar dan mengajar menurut Al Ghazali :

a.  Bersumber dari al-Qur’an (QS. At-Taubah: 122)
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
Ayat tersebut mendorong setiap individu maupun kelompok untuk belajar, menuntut ilmu dan memperdalam ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan, seperti komentar al-Ghazali pada ayat tersebut, yaitu: “Rupanya mereka tidak mengetahui bahwa fiqih itu adalah penguasaan paham tentang Allah dan ma’rifat terhadap sifat-sifat-Nya, sehingga dapat mengingatkan dan menjaga dirinya, di mana hatinya merasa takut dan memenuhi ketentuan taqwa yang sebenarnya.”

b.    Bersumber dari Al-Hadits
“Nabi Muhammad saw mengatakan, sesungguhnya malaikat itu membentangkan sayapnya kepada penuntut ilmu, sebagai tanda ridha dengan usahanya itu.(HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim dari Sofwan ban Assal).
Dari hadis ini dapat difahami bahwa para malaikat juga mendoakan orang yang menuntut ilmu di jalan Allah. Dengan kata lain selain orang itu menuntut ilmu untuk mencari ridho Allah SWT, orang tersebut (peserta didik) juga harus berusaha (berikhtiar).

c.    Bersumber dari Perkataan Sahabat
“Ibnu Mubarak mengatakan: aku heran kepada orang yang tidak menuntut ilmu pengetahuan. Bagaimanakah jiwanya dapat mengajaknya kepada kemuliaan.”
Sedangkan kemuliaan dari mengajar yaitu:

1.    Bersumber dari al-Qur’an (QS. At-Taubah: 122)
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
Dari perkataan sahabat dan ayat Al-Qur’an tersebut terdapat korelasi bahwasannya menuntut ilmu itu sangat penting. Menuntut ilmu berarti juga jihad fi sabilillah, dalam artian jihad fi sabilillah di sini tidak hanya berperang di medan perang akan tetapi menun tut ilmu adalah salah satu jihad untuk menambah pengetahuan.

2.    Bersumber dari Al-Hadits
Rasulullah saw telah mengatakan :
“Misal aku diperintahkan Allah dengan petunjuk dan ilmu pengetahuan adalah seumpama hujan lebat yang menyirami bumi. Di antara ada sebidang tanah yang menerima air hujan itu, lalu menumbuhkan banyak rumput dan ilalang. Di antara ada yang dapat membendung air itu, lalu diberikan oleh Allah kepada manusia, maka mereka minum, menyiram dan bercocok tanam. Dan diantaranya ada sebagian tempat yang rata-rata tidak dapat membendung air itu dan tidak dapat menumbuhkan rumput”.
Kemudian al-Ghozali memberikan komentarnya sebagai berikut:
“Pertama, Dia (Nabi) menyebut perumpamaan bagi orang yang dapat mengambil manfaat dengan ilmunya.
“Kedua, ia menyebut perumpamaan bagi orang yang tidak memperoleh apa-apa dari keduanya itu.
Jadi orang yang menuntut ilmu itu adakalanya bermanfaat dan tidak. Yakni bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Orang yang menuntut ilmu. Apabila ilmunya tidak diamalkan maka ilmu tersebut akan sia-sia dan hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri bukan untuk orang lain.

3.    Bersumber dari Perkataan Para Sahabat
“Umar ra. Berkata : barang siapa yang mengatakan (memberitakan) suatu hadits, lalu diamalkan orang, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya.”
Hadis tersebut menerangkan tentang orang yang memberitakan ilmu pengetahuan kepada orang lain yang kemudian diamalkan maka pahalanya sama dengan orang yang mengamalkannya.



DAFTAR PUSTAKA
Nuruhbiyati. 2000. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Setia
UU RI NO. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Purwanto, M. Ngalim MP. 1985. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: PT.Remaja
            Rosdakarya
Tirtarahardja, Umar dan La Sula. 2000. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Mustofa, H. A. Drs. 1997. Filsafat Islam. Bandung: Pustaka Setia

Saturday, April 1, 2017

FAKTOR YANG MENYEBAB KAN ANAK SULIT BELAJAR

FAKTOR YANG MENYEBAB KAN ANAK SULIT BELAJAR

FAKTOR YANG MENYEBAB KAN ANAK SULIT BELAJAR

Beberapa faktor yang menyebabkan anak sulit belajar yaitu:
a.       Kemampuan intelektual anak ada yang cepat dan ada yang lambat.
b.  Kesehatan fisik anak, kalau anaknya lemah sering sakit dia juga akan mengalami kesulitan-kesulitan di dalam belajar.
c.    Strategi belajar dan kebiasaan belajar, kebiasaan yang salah itu akan mempengaruhi hasilnya yang tidak memuaskan.
d.  Masalah lingkungan belajar, kalau lingkungannya tidak menyenangkan, maka anak juga akan terganggu belajar.
e.  Rasa tanggung jawab anak di dalam belajar. Untuk mengetahui kemampuan intelektual ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu:
a.   Membawa anak ke seorang psikolog atau biro konseling untuk memeriksakan anak dengan test intelegensi.
b.   Cara yang lain kita bisa mengamati anak kita ketika anak ini di sekolah yang bobot pelajarannya itu sama jadi tingkat kesulitan pelajarannya itu sama. Yang secara spesifik lagi mungkin anak misalnya mempunyai konsentrasi yang buruk, anak mengalami kesulitan dalam membaca atau juga ada anak yang kesulitan di dalam koordinasi visual dan motoriknya, jadi antara mata dengan tangannya dsb itu tidak terkoordinasi dengan baik.

FAKTOR YANG MENYEBAB KAN ANAK SULIT BELAJAR
Untuk masalah fisik yang juga menjadi penyebab anak kesulitan belajar misalnya gangguan penglihatan sehingga waktu di kelas dia kesulitan untuk melihat ke papan tulis, gangguan pendengaran sehingga anak tidak bisa mendengar pelajaran dengan baik, kemungkinan juga anak kekurangan kadar Hb atau bahkan mungkin cacingan yang menyebabkan anak lemas dan tidak bisa konsentrasi. Hal-hal seperti ini orang tua harus menyadari dan memperhatikan dengan cermat.

Kebiasaan belajar yang menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar:
1.      Anak diharuskan mempelajari sekaligus bahan pelajaran yang begitu banyak dalam waktu yang sangat panjang.
2.      Anak bermain playstasion dan menonton televisi sebelum belajar, sementara main dan nonton itu menyerap semangat kita cukup banyak sehingga melelahkan. Jadi waktu anak belajar dia sudah lelah dan kehilangan minat.
3.    Anak yang tidak pernah merapikan bukunya dan menghabiskan waktu hanya untuk mencari bahan pelajaran sekolahnya.
4. Anak yang sebenatar-sebentar mencari makanan ketika belajar.Lingkungan belajar yang mengganggu anak belajar adalah:
1.      Suasana rumah yang semrawut dan tidak rapi.
2.      Rumah yang dipenuhi oleh kebisingan suara musik, motor, dan lain-lain.
3.  Pertengkaran orang tua, orang tua tidak harmonis ini banyak sekali membuat prestasi anak merosot dsb.
4.  Tetangga yang suka datang atau menelepon dan mengajak anak kita bermain.
5.      Kakak atau adik yang suka mengganggu.


Untuk tanggung jawab, pada mulanya anak memang perlu dibimbing untuk mempunyai strategi dan kebiasaan belajar yang baik dan dibantu ketika mengalami kesulitan memahami pelajaran. Ketika anak sudah mempunyai strategi yang pas dsb. dan anak bisa dilepas, biarkan dia mengerjakan atau memikul bebannya sendiri.